Tampilkan postingan dengan label BIOLOGI X. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BIOLOGI X. Tampilkan semua postingan
Klasifikasi Mahkluk Hidup

Klasifikasi Mahkluk Hidup

Saking beragamnya jenis mahkluk hidup yang ada dipermukaan bumi dan di dalam lautan mendorong para biolog untuk menemukan sebuah cara yang memungkinkan dan memudahkan manusia dalam memanfaatkan, membudidayakan serta melestarikan beranekaragam jenis mahkluk hidup tersebut.
Atas dasar tersebut, maka lahirlah istilah " klasifikasi ". Klasifikasi berarti  penyusunan bersistem dalam kelompok atau golongan menurut kaidah atau standar yang ditetapkan. Mengklasifikasi berarti menggolong-golongkan menurut jenis; menyusun ke dalam golongan. 

Klasifikasi mahkluk hidup berarti sebuah usaha mengelompokkan mahkluk hidup ke dalam kelompok atau golongan ( takson ) berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri tertentu.

Sedangkan klasifikasi mahkluk hidup bertujuan untuk menyederhanakan obyek biologi  guna mempermudah pengenalan, pemanfaatan, pengembangan serta pelestarian mahkluk hidup.

Dalam sejarah perkembangan biologi, kita mengenal berbagai macam sistem klasifikasi mahkluk hidup. Beberapa macam sistem klasifikasi mahkluk hidup yang pernah dan telah dikenal manusia, antara lain :

1. Klasifikasi Sistem Atifisial 
Klasifikasi sistem artifisial juga disebut klasifikasi sistem Buatan. Sistem ini disusun dengan menggunakan dasar ciri-ciri atau sifat-sifat yang sesuai dengan yang dikehendaki manusia, atau sifat lainnya. Misalnya klasifikasi tumbuhan dapat menggunakan dasar habitat (tempat hidup), habitus atau berdasarkan perawakan (berupa pohon, perdu, semak, ternak dan memanjat).
Sistem Artifisial merupakan ide dari  Aristoteles yang membagi makhluk hidup menjadi dua kelompok, yaitu tumbuhan ( Plantae ) dan hewan ( Animalia ). Aristoteles juga  mengelompokkan  tumbuhan menjadi kelompok pohon, perdu, semak, terna serta memanjat ( liana ). 
Selain Aristoteles, ilmuwan lain yang mengembangkan sistem ini adalah Carolus Linnaeus yang mengelompokkan mahkluk hidup berdasarkan alat reproduksinya .Misalnya, dalam dunia tumbuhan kita mengenal ada kelompok tumbuhan berumah satu, tumbuhan berumah dua.
 
2. Sistem Alamiah
Tokoh ilmuwan yang memelopori klasifikasi sistem alami adalah  Michael Adams dan Jean Baptiste de Lamarck. 
Klasifikasi sistem alami menggunakan dasar persamaan dan perbedaan morfologi ( bentuk luar tubuh ) secara alami atau wajar apa adanya yang tersedia di alam. 
Contoh :
  • pada dunia hewan kita kenal ada kelompok hewan berkaki dua, berkaki empat, tidak berkaki, hewan bersayap, hewan bersirip, hewan berbulu, bersisik, berambut dan lain-lain. 
  • pada tumbuhan, ada kelompok tumbuhan berkeping biji satu, berkeping biji dua. 
3. Klasifikasi Sistem Filogenetik
Ilmuwan yang dianggap sebagai penggagas Klasifikasi sistem filogenetik adalah Charles R. Darwin pada tahun 1859 yang menyatakan :  terdapat hubungan antara klasifikasi dengan evolusi.
Sistem filogenetik disususn berdasarkan jauh dekatnya kekerabatan antara takson yang satu dengan yang lainnya. Selain mencerminkan persamaan dan perbedaan sifat morfologi dan anatomi maupun fisiologinya, sistem ini pun menjelaskan mengapa makhluk hidup semuanya memiliki kesamaan molekul dan bio kimia, tetapi berbeda-beda dalam bentuk susunan dan fungsinya pada setiap makhluk hidup.
Klasifikasi sistem filogenetik disusun berdasarkan persamaan fenotip yang mengacu pada sifat-sifat bentuk luar, faal, tingkah laku yang dapat diamati, dan pewarisan keturunan yang mengacu pada hubungan evolusioner sejak jenis nenek moyang hingga cabang-cabang keturunannya. 
Contoh : 
Manusia dalam klasifikasi dikelompokkan dalam satu ordo ( Primata ) bersama-sama dengan kera, simpanse. Dikelompokkan ke dalam satu kelas yang sama ( kelas Mammalia ) bersama-sama dengan sapi, kembing, kera, kerbau dll. 

Selain ketiga sistem klasifikasi yang telah diuraikan di atas, ada cara / sistem pengklasifikasian mahkluk hidup yang lain. Misalnya :
  • Klasifikasi Sistem dua Kingdom, yang mengklasifikasi mahkluk hidup menjadi dua kingdom yakni : kingdom Plantae dan kingdom Animalia atas dasar kemampuan nutrisi ( mensintesis makanan ).
  • Klasifikasi Sistem 3 Kingdom, yang mengklasifikasi mahkluk hidup menjadi 3 kingdom yakni : kingdom Plantae, kingdom Animalia dan kingdom Fungi
  • Klasifikasi Sistem 4 Kingdom, yang mengklasifikasi mahkluk hidup kedalam empat kingdom, yakni : kingdom Plantae, kingdom Animalia, kingdom Fungi dan kingdom Monera.
  • Klasifikasi Sistem 5 Kingdom, yang mengelompokkan mahkluk hidup kedalam lima kingdom, yakni : kingdom Plantae, kingdom Animalia, kingdom Fungi , kingdom Monera dan kingdom Protista.
  • Klasifikasi Sistem 6 Kingdom, yang mengelompokkan mahkluk hidup kedalam enam kingdom, yakni : kingdom Plantae, kingdom Animalia, kingdom Fungi ,  kingdom Protista, kingdom Eubacteria, dan kingdom Archaeobacteria.
Dalam perkembangan selanjutnya, bukan tidak mungkin akan muncul sistem-sistem klasifikasi yang lainnya mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

 
Keanekaragaman Hayati dalam ALQUR'AN

Keanekaragaman Hayati dalam ALQUR'AN







Keanekaragaman hayati ( biodiversity ) menunjukkan totalitas
mahkluk hidup yang menghuni bumi baik yang ada di daratan maupun yang ada di
perairan ( air tawar dan air laut ). Meliputi semua mahkluk hidup dari dunia Arcaheobacteria,
Eubacteria, Protista, Fungi, Plantae dan Animalia.






Adanya keanekaragaman mahkluk hidup di bumi  dijelaskan oleh Allah SWT dalam Al Qur’an  diberbagai surah-surah nya.


 Beberapa di antaranya disebutkan dalam surah

Al-An’am ayat
141 :




“ Dan Dialah yang menjadikan tanaman-tanaman yang merambat dan yang
tidak merambat, pohon kurma, tanaman yang beranekaragam rasanya, zaitun dan
delima yang serupa ( bentuk dan warnanya ) dan tidak serupa rasanya. Makanlah
buahnya apabila ia berbuah dan berikanlah haknya ( zakatnya ) pada waktu
memetik hasilnya, tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang yeng berlebih-lebihan”.





Ayat di atas menjelaskan keanekaragaman hayati dunia plantae
. Ada beberapa
jenis tanaman yang merambat seperti : ubi jalar, rotan, kangkung, tali putri,
mentimun, labu dan lain sebagainya.


Tanaman yang beranekaragam rasanya , ada yang berasa pahit,
asam, pedas, manis.





Sementara itu, keanekaragaman dunia hewan, salah satunya
dijelaskan dalam surah Al-An’am ayat 142 :


” dan di antara hewan-hewan itu ada yang dijadikan pengangkut beban,
ada yang untuk disembelih, Makanlah rezeki yang diberikan Allah padamu, dan
janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh
yang nyata bagimu”.





Dari kedua ayat tersebut di atas, Allah bermaksud menjelaskan
kepada manusia ( semua manusia baik yang beriman maupun yang kafir ) bahwa
adanya ( diciptakanNya ) keanekaragaman mahkluk hidup di bumi ini agar dikelola
oleh manusia baik dari segi pemanfaatannya ( dimakan, pengangkut beban ,
disembelih ) serta usaha pelestariannya …….tapi
janganlah berlebih-lebihan
……….dan Allah mengajarkan bagaimana agar manusia harus
selalu ingat untuk bersyukur kepada Allah dengan cara memberikan haknya (
zakatnya ) karena Allah. Sehingga Allah akan menjaga manusia dari mengikuti
langkah-langkah setan. Sebab setan akan selalu berusaha menggoda manusia agar
manusia selalu berlebih-lebihan dalam “memanfaatkan” apa yang diberikan Allah
padanya.


FILUM ARTHROPODA

FILUM ARTHROPODA

ciri-ciri filum Arthropoda:
  • triploblastik, tubuh terdiri dari 3 lapisan ( ektoderm , mesoderm dan endoderm dengan rongga tubuh / selom
  • tubuh beruas/berbuku
  • memiliki rangka luar dari zat kitin

Reproduksi :
seksual : dengan peleburan gamet jantan ( spermatozoid )  dan gamet betina ( ovum ) , ada hewan jantan dan betina

Klasifikasi , dibagi menjadi 4 kelas sbb :
Tabel Kelas dari filum Arthropoda dan ciri-cirinya



KELAS

CIRI-CIRI

Contoh genus
/ species

Pembagian tubuh

Habi-tat

Jml anggota gerak

Ciri lain

Crustacea

Sefalotorak
( kepala-dada), dan abdomen ( perut )

air

10 pasang
( 1 ps tiap ruas )

Alat pernapasan insang
Leander sp
( udang )
Macrocheira kaempferi
(kepiting raksasa)

Arachnoi-dea

Sefalothorak dan abdomen

darat

4 pasang kaki pad sefalotorak

Alat pernapasan berupa paru-paru buku


Thelyphonus
( kalajengking )
Mastigopractus
( laba-laba )




Myriapoda


Sefal ( kepala), torak ( dada ) dan abdomen
( perut )


darat


1 pasang pada setiap ruas


Alat pernapasan berupa trakea


Chilopoda
( lipan )
Diplopoda
( kaki seribu )

Insecta

Sefal, torak dan abdomen

Darat , perairan

3 pasang pada torak

Alat pernapasan trakea,
Beberapa dia antaranya ada yang bersayap

Apis
( lebah )
Aedes
( nyamuk )

Peranan anggota filum Arthropoda :
  • sebagian besar menguntungkan manusia, karena : dapat dimakan , pengobatan/bahan obat ,penghasil bahan makanan ( madu ), membantu proses reproduksi pada tanaman
  • beberapa diantaranya ada yang merugikan, karena : merusak tanaman pertanian ( belalang,kutu ), menyebarkan penyakit ( lalat, nyamuk )
Macam-macam Tipe Rantai makanan

Macam-macam Tipe Rantai makanan

Rantai makanan dalam sebuah ekosistem merupakan suatu proses urutan makan dan dimakan yang membentuk garis lurus tertentu.

Setiap rantai makanan, pada umumnya dimulai dari produsen . Akan tetapi keadaan seperti ini tidak lah mutlak, kenyataan di alam menunjukkan adanya beberapa pola umum yang berlaku.
Berdasarkan kenyataan itu, para ahli ekologi membedakan rantai makanan menjadi 3 macam tipe, yaitu :

1. Rantai makanan tipe perumput.
  • Pada rantai makanan tipe ini melibatkan tumbuhan hijau sebagai produsen  pada tingkatan trofik I diikuti oleh herbivora sebagai konsumen pada tingkatan trofik II dan karnivora sebagai konsumen pada tingkatan trofik III dan seterusnya
  • Contoh :  - pada ekosistem sawah : padi --tikus--ular sawah . Padi sebagai produsen ( trofik I ), tikus sebagai konsumen I ( trofik II ) dan ular sawah sebagai konsumen II ( trofik III ).
2. Rantai makanan tipe detritus.
  • Rantai makanan tipe ini melibatkan sisa-sisa bagian tubuh mahkluk hidup yang terlepas dari tubuh berupa fragmen atau hancuran dan disebut sebagai detritus pada tingkatan troofik I, diikuti oleh hewan-hewan yang memakan detritus yang disebut detritivor ( seperti : bakteri, jamur, rayap, cacing tanah dll ) pada tingkatan trofik II dan seterusnya.
  • contoh : pada ekosistem kebun : hancuran daun ( seresah ) -- cacing tanah -- ayam -- musang. 
3. Rantai makanan tipe Parasit.
  • Rantai makanan tipe parasit melibatkan mahkluk hidup yang hidupnya sebagai parasit ( menumpang pada mahkluk hidup lain dengan "merebut" makanan dari mahkluk hidup yang ditumpanginya.
  • contoh : pada ekosistem kebun : tanaman mangga -- benalu -- ulat -- burung pemakan ulat.
Di alam, proses makan dan dimakan tidaklah sesederhana yang digambarkan di atas. Akan tetapi proses itu terjadi dan berlangsung sangat kompleks dan tidak membentuk alur yang lurus.Beberapa rantai makanan yang satu dengan lainnnya saling berhubungan sehingga membentuk semacam jaringan ( web ) yang dinamakan jaring-jaring makanan.

Jenis-jenis Limbah

Jenis-jenis Limbah

Istilah "limbah" mungkin lebih kita kenal dengan sebutan sampah, yang selama ini sering menjadi masalah.
Limbah sendiri dapat didefinisikan sebagai suatu barang / materi ( padat, cair maupun gas ) yang sudah tidak digunakan karena nilai / fungsinya menurun atau bahkan sudah tidak memiliki fungsi lagi.
Keberadaan limbah dalam suatu lingkungan ( daratan, udara maupun perairan ) menjadi salah satu komponen  yang menyebabkan polusi atau pencemaran lingkungan.
Secara umum, limbah / sampah dibedakan menjadi :
  1. Limbah organik, yakni limbah yang berasal dari sisa-sisa bagian tubuh mahkluk hidup . Limbah jenis ini biasanya sangat mudah/ cepat terurai terurai secara alami oleh mikroorganisme seperti jamur, bacteri maupun protozoa tertentu. Yang termasuk dalam golongan limbah organik antara lain : sisa tumbuhan ( seperti akar, batang daun, buah ), bangkai hewan, kotoran hewan, minyak goreng, juga termasuk kertas.
  2. Limbah anorganik, yakni limbah yang berasal benda-benda mati. Limbah jenis ini biasanya sangat sulit, butuh waktu yang sangat lama untuk terurai secara alami. Yang termasuk dalam golongan limbah oanorganik antara lain : kaca, plastik, besi, alumunium, timah dan lain-lainnya.
  3. Limbah berbahaya, yakni limbah yang berasal dari berbagai bahan kimia, umumnya yang bersifat sebagai racun bagi kehidupan. Yang termasuk dalam golongan limbah berbahaya antara lain : sisa / residu pestisida, tumpahan minyak bumi, batu baterei bekas, oli bekas dan sejenisnya. Limbah jenis ini juga dikenal dengan sebutan limbah B3.
Apapun jenis limbahnya, pada prinsipnya semua berbahaya bagi lingkungan dan kehidupan manakala jumlah / kadarnya dalam lingkungan melebihi batas toleransi. Satu contoh , limbah organik yang berasal dari kotoran hewan ( bisa terurai ) dengan jumlah yang melebihi kemampuan batas suatu lingkungan maka akan tetap menimbulkan masalah bagi lingkungan dan kehidupan.
Sehingga perlu adanya upaya nyata untuk mengelola limbah-limbah tersebut menjadi sesuatu yang minimal tidak mengganggu kehidupan.
Ciri-ciri Tumbuhan Berbiji

Ciri-ciri Tumbuhan Berbiji

Tumbuhan Berbiji atau Spermatophyta merupakan kelompok tumbuhan yang menghasilkan biji  sebagai alat perkembangbiakan. Biji terbentuk melalui proses pembuahan ( fertilisasi ) yang diawali dengan proses penyerbukan ( persarian ).Kedua proses tersebut bisa terjadi lantaran mereka memiliki bunga, sehingga tumbuhan berbiji juga disebut sebagai tumbuhan berbunga ( Anthophyta )

Tumbuhan berbiji merupakan Kormophyta sejati karena tubuhnya tersusun atas bagian akar, batang, daun sejati yang dilengkapi dengan jaringan pembuluh pengangkut xilem dan floem untuk mengangkut air, mineral, makanan dan bahan-bahan lainnya.
Tumbuhan berbiji dapat melakukan reproduksi baik secara seksual ( generatif ) maupun aseksual ( vegetatif ).
Reproduksi generatif diawali dengan penyerbukan ( persarian ) yaitu sampainya serbuk sari ke tempat tujuannya ( kepala sari pada tumbuhan berbiji tertutup atau tetes penyerbukan pada tumbuhan berbiji terbuka ).Setelah terjadi penyerbukan, akan dilanjutkan dengan proses pembuahan ( fertilisasi ) yaitu peleburan sel sperma dengan sel telur membentuk zigot yang kemudian berkembang menjadi embrio ( calon tumbuhan baru ). Atas dasar inilah, tumbuhan berbiji disebut juga dengan nama embryophyta siphonogama ( : tumbuhan yang memiliki embrio dan perkawinannya melalui suatu pembuluh. Embrio bersifat bipolar / dwipolar yaitu salah satu kutub tubuh membentuk batang  dan daun  sedangkan kutub lainnya membentuk perakaran.
Dalam klasifikasi, tumbuhan berbiji dikelompokkan menjadi dua divisi, yaitu : divisi Gymnospermae ( tumbuhan berbiji terbuka ) dan divisi Angiospermae ( tumbuhan berbiji tertutup ).
Peranan Tumbuhan bagi Kelangsungan Hidup di Bumi

Peranan Tumbuhan bagi Kelangsungan Hidup di Bumi

Dalam klasifikasi, tumbuhan merupakan kingdom / regnum tersendiri yang dinamakan kingdom / regnum Plantae ( Kerajaan tumbuhan ).
Dalam beberapa klasifikasi, secara umum terdiri atas beberapa divisi yaitu : divisi Bryophyta ( tumbuhan lumut ), divisi Pteridophyta ( tumbuhan Paku ), divisi Angiospermae ( tumbuhan berbiji tertutup ) dan divisi Gymnospermae ( tumbuhan berbiji terbuka ).
Dalam kehidupan sehari-hari, telah nyata kita rasakan bahwa tumbuhan memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan di bumi. Dari sekian banyak peran yang dimainkan oleh tumbuhan, hampir sebagian besar memberikan peranan positip karena berbagai manfaat yang diberikan / yang bisa di dapatkan dari keberadaan tumbuhan.

Beberapa peran penting yang diberikan oleh tumbuhan bagi kehidupan di bumi antara lain :
  • Sebagai Produsen dalam ekosistem. Kemampuan fotosintesis yang dimiliki oleh tumbuhan menjadikan mereka bisa menyediakan sumber makanan untuk kehidupan mereka sendiri, dan beberapa senyawa lainnya disimpan sebagai cadangan makanan dalam bentuk amilum / pati yang dimanfaatkan oleh mahkluk hidup ( terutama konsumen primer ) sebagai sumber makanan.Sehingga dapat dikatakan tumbuhan menjadi sumber kehidupan utama bagi mahkluk hidup lainnya, karena energi yang berasal darinya akan ditransfer kepada mahkluk hidup lainnya melalui rantai makanan dan jaring-jaring makanan.
  • Mengendalikan siklus / daur biogeokimia. Kemampuan fotosintesis tumbuhan juga menjadi "jaminan" berlangsungnya daur beberapa senyawa kimia di bumi. CO2 yang merupakan zat "tak berguna" bagi mahkluk hidup lain oleh tumbuhan dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan pembentukan senyawa organik termasuk juga dihasilkannya O2 yang merupakan senyawa penting bagi mahkluk hidup lainnya.
  • sebagai agen pelapukan batuan. Tumbuhan lumut merupakan vegetasi perintis yang mampu merubah struktur batuan ataupun karang menjadi tanah yang subur.
  • Mencegah terjadinya banjir, tanah longsor dan penyedia cadangan air tanah. Akar tumbuhan yang menembus sampai ke dalam tanah, tajuk-daun yang lebat pada tumbuhan mampu menahan derasnya aliran air di permukaan menyerap dan menahan air ketika terjadi hujan.
  • memberikan manfaat lain kepada manusia. Keberadaan tumbuhan di bumi juga menjadi berkah tersendiri bagi manusia. Dengan kemampuan berpikirnya, tumbuhan bisa menjadi "sesuatu" yang bernilai lebih bagi manusia. Beberapa nilai dan manfaat yang bisa diambil oleh manusia dari tumbuhan antara lain :
  1. Nilai konsumtif . yang meliputi semua manfaat yang bisa diambil oleh manusia untuk dikonsumsi secara langsung , seperti : sumber bahan pangan, bahan bakar ( kayu bakar ), bahan bangunan.
  2. nilai produktif , yang meliputi semua manfaat yang bisa diambil oleh manusia untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku industri atau produksi. Misalnya : sebagai bahan baku industri mebel, bahan baku industri obat, bahan baku industri makanan dll.
  3. Nilai non produktif, meliputi semua manfaat yang bisa diambil oaleh manusia untuk kepentingan-kepentingan lain di luar konsumsi dan produksi. Seperti : sebagai sumber plasma nutfah, penjaga keseimbangan ekosistem, bahan penelitian, hobby, rekreasi dll.
Ciri-ciri dan klasifikasi Kingdom PLANTAE ( kerajaan Tumbuhan )

Ciri-ciri dan klasifikasi Kingdom PLANTAE ( kerajaan Tumbuhan )

Siapa tak kenal tumbuhan ? 
Ya... tumbuhan merupakan sosok mahkluk hidup yang mudah kita kenali dan mudah kita "tangkap" karena dia tidak bisa bergerak pindah tempat, atau disebut immotil.

Ciri-ciri apa saja yang membedakan tumbuhan dengan mahkluk hidup lainnya ?
Berikut ini adalah beberapa hal penting yang dapat digunakan untuk mencirikan tumbuhan ( Plantae ) :
  • multiseluler, tumbuhan merupakan mahkluk hidup yang tersusun atas banyak sel yang terdeferensiasi menjadi berbagai macam jenis jaringan
  • eukariotik. Sel penyusun tubuh tumbuhan memiliki membran inti sel yang melindungi materi genetik di dalamnya
  • dinding sel dari selullosa. Sel tumbuhan memiliki dinding sel yang melindungi membran sel. Zat utama penyusun dinding sel adalah sejenis karbohidrat ( polisakarida ) bernama selullosa.
  • memiliki akar-batang-daun. Tubuh tumbuhan melekat pada dasar karena memiliki akar yang tertanam di dalam media hidupnya, disusul dengan batang yang menjulang dan daun yang berjumlah banyak.
  • Fotoautotrof. Tumbuhan merupakan mahkluk hidup yang mampu mencukupi kebutuhan nutrisi sendiri, karena memilki keammpuan melakukan sintesis. Kemampuan ini dimungkinkan karena sel-sel tumbuhan terutama yang menyusun daun ( mungkin juga beberapa batang ) memiliki kloplast yang didalamnya tersimpan klorofil ( sejenis pigmen yang punya peranan penting dalam peristiwa fotosintesis ).
  • menyimpan cadangan makanan dalam bentuk amilum / tepung atau zat pati.
Saking banyaknya jumlah anggota kingdom plantae, menyebabkan banyak ragam cara para ahli tumbuhan ( botanolog ) dalam menyusun klasifikasi kingdom plantae.
Beberapa macam klasifikasi yang telah dilakukan oleh para botanologist, antara lain :

1.  Berdasarkan cara berkembangbiaknya , kingdom plantae diklasifikasikan menjadi :
  • tumbuhan berspora ( Sporophyta ) yang terdiri dari : divisi Bryophyta dan divisi Pteridophyta
  • tumbuhan berbiji ( Spermatophyta ) yang terdiri dari : divisi Gymnospermae dan divisi Angiospermae
2. Berdasrkan ada tidaknya jaringan pembuluh pengangkut ( xileem dan floem ), kingdom Plantae  
    diklasifikasikan menjadi :
  • Atracheophyta ( tumbuhan yang tidak berpembuluh ), meliputi divisi Bryophyta
  • Tracheophyta ( tumbuhan yang memiliki pembuluh ) meliputi : divisi Pteridophyta, divisi Spermatophyta
Prinsip-prinsip Pengelompokan Mahkluk Hidup

Prinsip-prinsip Pengelompokan Mahkluk Hidup

klasifikasi :
    • berarti : upaya pengelompokan / penggolongan mahkluk hidup kedalam kelompok-kelompok tertentu
    • Tujaunnya : untuk memudahkan manusia  dalam mempelajari, memanfaatkan dan melestarikan mahkluk hidup 
    • dipelajari dalam cabang biologi bernama taksonomi
--> kegiatan taksonomi meliputi :  
    pertama . Identifikasi, yaitu mengenali ciri-ciri mahkluk hidup tertentu. Dilakukan dengan menggunakan bantuan kunci determinasi / kunci identifikasi. Salah satu kunci identifikasi yang paling terkenal adalah kunci dikotomis yang dibuat berdasarkan dua ciri yang saling berlawanan. 
    Contoh kuci dikotomis untuk tumbuhan 
    1.a. tumbuhan tidak dg batang sejati ....... lumut hati
    1.b. tumbuhan dg batang sejati .......................... 2
    2.a. pada batang tidak ditemukan adanya pembuluh ………… lumut daun
    2.b. pada batang terdapat jaringan pembuluh …… 3.
    3.a. ……….. dstnya

    Kedua , Tata nama , yaitu pemberian nama ilmiah suatu mahkluk hidup sesuai dengan aturan tertentu. Aturan pemberian nama ilmiah sesuai kesepakatan menggunakan sistem tata nama binomial / sistem tata nama biner / sistem binomial nomenclature.
    Aturan tersebut meliputi :
    1. nama ilmiah menggunakan bhs Latin atau dilatinkan
    2. terdiri dari 2 suku kata. Dimana : kata I merupakan nama genus, diawali dg huruf kapital ; kata II merupakan penunjuk jenis, ditulis dg huruf kecil semua
    3. ditulis berbeda dg kata/kalimat lain, dg cara : dicetak miring, cetak tebal, garisbawah terpisah.
    Contoh :Nama ilmiah manusia adalah : Homo sapiens , atau Homo sapiens , atau  Homo sapiens
    Homo Ã  nama genus
    sapiens Ã  penunjuk jenis

    ketiga klasifikasi, yaitu pengelompokkan mahkluk hidup kedalam kelompok-kelompok tertentu atas dasar persamaan-persamaan tertentu. Beberapa mahkluk hidup yang memiliki kesamaan ciri akan dimasukkan ke dalam taksa-taksa tertentu.Tingkatan takson dari yg tertinggi hingga terendah adalah sbb : 

    Tumbuhan
    plantae

    Hewan
    animalia
    Regnum

    Kingdom
    Division

    Phylum
    Classis

    Classis
    Ordo

    Ordo
    Familia

    Familia
    Genus

    Genus
    species

    species

    Contoh beberapa sistem klasifikasi yang pernah ada :
    1. Sistem Alami ( Aristoteles ) dasar ciri morfologi , anatomi,  fisiologi yang secara alami melekat pada obyek
    2. Sistem buatan / artifisial  ( Carolus Linnaeus ) : dasar : ciri morfologis,habitat sesuai dg kesepakatan      
    3. Sistem filogenetik ( Charles Darwin ) : dasar : Persamaan ciri fenotip,  Kedekatan hubungan antar takson 

    Sistem klasifikasi yang lain :
    1.       sistem 2 kingdom , dasar : kemampuan bergerak
    2.       sistem 3 kingdom, dasar : kemampuan mensintesis makanan
    3.       sistem 4 kingdom, dasar: keadaan inti sel
            4.     sistem 5 kingdom, dasar: tingkat organisasi sel dan nutrisinya




    ciri-ciri POTOZOA ( Protista mirip Hewan )

    ciri-ciri POTOZOA ( Protista mirip Hewan )

    Tentu anda pernah mendengar ada seseoarang yang menderita penyakit malaria.
    Apa penyebab penyakit ini ? ya, penyakit ini disebabkan oleh salah satu anggota protozoa.
    Apa Protozoa itu ? Untuk mengetahuinya yuk kita baca info berikut ini !
    http://t2.gstatic.com/images


    PROTISTA MIRIP HEWAN ( PROTOZOA )

    Dalam klasifikasi lama, protozoa dimasukkan dalam kingdom animalia. Namun pada klasifikasi system 6 kingdom, protozoa dimasukkan ke dalam kingdom Protista. Salah satu alasannya karena tubuhnya tidak terdeferensiasi secara jelas dan pada proses reproduksinya tidak terbentuk embrio.
                Secara structural tubuh protozoa hanya terdiri atas satu sel ( uniseller ). Protozoa ditemukan hidup hampir di semua tempat ( kosmopolit ) baik di darat, perairan tawar, perairan laut bahkan di dalam tubuh mahkluk hidup lainnya baik sebagai parasit maupun sebagai simbion ( simbiosis ).
                Protozoa saat ini dikelompokkan ke dalam beberapa filum seperti tertera dalam tabel  berikut :

    Tabel 23.2.Beberapa filum dari kingdom protista mirip tumbuhan dan ciri khasnya

    FILUM

    CARA GERAK

    HABITAT
    CONTOH GENUS/SPECIES

    KETERANGAN

    Rhizopoda / Sarcodina

    Pseudopodia/
    ”kaki Semu”

    Air tawar, air
    Laut, tanah,
    Dlm tubuh organisme lain

    Amoeba
    Entamoeba
    Foraminifera, Arcella

    Hidup bebas
    Hidup parasit
    Hidup di laut, memiliki cangkang


    Mastigophora/ Flagellata

    Bulu cambuk/
    Flagel

    Dlm tubuh organisme sbg parasit,

    Trypanosoma
    Trichomonas
    Parasit pd manusia


    Ciliata / Ciliophora

    Cilia /bulu getar
    Tempat berair,tanah lembab, dalam tubuh organisme
    Paramaecium caudatum
    Didinium, Vorticella, Stylonichia
    Nyctoterus ovalis
    Hidup bebas di perairan

    Hidup di dalam usus kecoa

    Sporozoa

    Tidakbergerak
    /immotil
    Di dalam tubuh organisme sbg parasit
    Plasmodium
    ( P.malariae, P.ovale,
    P.falciparum )
    Parasit pada manusia,beberapa jenisnya menyebabkan malaria
    Keanekaragaman Hayati

    Keanekaragaman Hayati

    Jika anda ditanya,'berapa jumlah mahkluk hidup yang ada di bumi?. Apa jawaban anda ?,


    ya... ,jumlahnya cukup dan sangat sulit dihitung . Menurut catatan, negara Indonesia yg luas wilayah daratannya 1.23% dr seluruh luas daratan dunia memiliki kurang lebih 28.000 species tumbuhan berbunga ( 11% dari seluruh jenis tumbuhan berbunga yg ada di daratan bumi ). Subhanalloh. Bagaimana dg tumbuhan tak berbunganya ? Jenis hewannya ? Jenis jamurnya ? Dll..dan belum lagi jumlah populasi masing-masing species...dimana antara individu satu dg lainnya yg masih satu species juga berbeda satu sama lain.
    Nah fenomena ini menunjukkan adanya keanekaragaman hayati ( kehati ).

    Jadi, kehati menunjukkan terdapatnya berbagai macam/jenis mahkluk hidup di bumi. Lalu ...apa yg menyebabkan adanya keanekaragaman tersebut?..anda benar, keanekaragaman tsb disebabkan oleh adanya keanekaragaman faktor genetis yg berinteraksi dg faktor lingkungan ( biotik maupun abiotik ) yg beranekaragam juga.


    Tingkat keanekaragaman hayati .
    Pada prinsipnya keanekaragaman hayati dapat dilihat pada pelbagai tingkat organisasi kehidupan,yaitu :
    1. Keanekaragaman hayati tingkat gen.
    Keanekaragaman pada tingkat ini ditandai oleh adanya variasi/perbedaan ciri dan sifat di antara makhluk hidup yg masih satu jenis. Contoh :

    a. Pada jenis padi ( Oryza sativa ) terdapat beberapa varietas spt.: padi C4, padi IR64, padi rojolele, padi cisadane, padi memberamo, dll.
    b. Pada jenis kelapa, dikenal ada beberapa varietas seperti: kelapa hijau, kelapa kopyor, kelapa hibrida, kelapa gading...coba anda cari contoh lain!.


    2. Keanekaragaman hayati tingkat species/jenis.
    Keanekaragaman pada tingkat ini ditunjukkan oleh adanya perbedaan antara individu berbeda species tetapi masih satu genus atau familia. Contoh :
    a. Pada familia palmae, dikenal ada beberapa jenis seperti : kelapa, aren, pinang, lontar dll.
    b. Pada famili felidae, dikenal ada Singa dan harimau .
    Bagaimana, anda bisa memberikan contoh yg lain ?

    3. Keanekaragaman tingkat ekosistem.
    Pada tingkat ini, keanekaragaman ditunjukkan oleh terdapatnya beberapa macam/jenis ekosistem yg didominasi oleh jenis hewan atau tumbuhan tertentu. Contoh : pada habitat darat, pohon kelapa membentuk ekosistem pantai, pohon aren membentuk ekosistem pegunungan rendah, pohon pinang membentuk ekosistem pegunungan basah.dan lain-lain.

    Label

    abiotik abitik aflatoksin alga AlQur'an amphibi anabolisme anaerob angka kelulusan archaeobacteria arthropoda Asal usul asal-usul kehidupan askogonium askospora Aspergillus avertebrata bab ekologi bacteria Beberapa Teori Hukum Pewarisan Sifat belajar aktif biodiversitas biologi umum BIOLOGI X BIOLOGI X. mollusca BIOLOGI XI BIOLOGI XII Biometri bioteknologi bioteknologi konvensional bioteknologi modern biotik bryophyta bukti evolusi bukti ilmiah bukti-bukti burung cacing gilig cacing pipih cacing tanah cara agar cara biologi dipelajari cara pengeluaran cairan tubuh Cara Sukses Belajar ciiri-ciri Ciri - Ciri ciri-ciri ciri-ciri enzim ciri-ciri fungi ciri-ciri jamur ciri-ciri virus cnidaria CO2 coelenterata contoh dampak negatif dampak positif Darwin dasar daur biogeokimia daur hidup defisiensi delesi DNA dunia hewan duplikasi efek rumah kaca efek rumah kits ejakulasi dini ekologi ekosistem ekskresi enzim eubacteria evolusi fakta-fakta fermentasi fermentasi alkohol fermentasi asam laktat flora fauna fosfolipid fotosintesis fungi FUNGI/JAMUR fungsi Fusarium ganggang gangguan gastrointestinal gen genetik Genetika ginjal glikolipid Glikolisis gonorrhoe greenhouse effect gula hereditas hewan berongga hewan dan manusia hipofisis hk.Hardy-Weinberg hk.Mendel II ho t hokum Mendel hormon hukum hukum Mendel I hukum Mendel II hydra impotensi insecta inversi parasentrik inversi perisentrik Invertebrata jasa jenis jenis-jenis kanker kapang karbohidrat karbon katabolisme katabolisme karbohidrat katak katenasi Keanekaragaman Hayati kehidupan kelainan kelas Ascomycotina kelas XII IPA kemosintesis kerajaan hewan khas indonesia kimia kimiawi kindom plantae Kingdom Animalia kingdom Protista klasifikasi komponen konidia konidiofor konsep belajar konsep evolusi konvensional kromosom kulat kuliah kulit Kurikulum laki-laki lammark lammarkisme Lembar Kegiatan Siswa limbah lingkungan LKS lumut lupa macam macam mutasi mahluk hidup makanan manfaat mereviev manusia master of glands masyarakat materi kls X/1 materi kls X/2 Materi kls XI / 2 materi kls XII / 2 materi klsXII/1 meiosis mekanisme mekanisme evolusi membran memperbaiki nasib menstruasi Metabolisme metabolisme lemak metabolisme protein mikroba mitosis Model DNA monera monosomik Motivasi mudah murah mutagen Mutasi mutu sekolah nasib diri nematelminthes Neurospora ngantuk nullisomik Nutfah O2 Opini/pendapat organ otak ovum paru-paru pembelahan sel pembelajaran pencernaan Pencernaan makanan pada hewan pengelompokkan pengertian Penicillium penis penyakit peranan peranan monera peranan virus Perbedaan antara Fotosintesis dg Kemosintesis perbedaan DNA-RNA perbedaan fermentasi asam laktat dengan fermentasi alkohol perkembangbiakan tumbuhan pernapasan persilangan dihibrid Persilangan Monohibrid pertumbuhan Pertumbuhan Perkembangan Tumbuhan Pertumbuhan Tumbuhan pewarisan sifat piramida planaria Plantae Plantae/Tumbuhan Plasma platyhelminthes poliploidi porifera preformasi prinsip produk prokariot Proses dan Enzim yang Berperan. protista protista mirip hewan protista mirip tumbuhan protozoa pteridophyta raja singa rantai makanan reaksi blackman reaksi gelap reaksi Hill reaksi terang rencana penelitian rencana percobaan Replikasi DNA reproduksi reproduksi generatif reproduksi manusia reproduksi tumbuhan reptilia respirasi respirasi aerob respirasi anaerob RNA Ruang Lingkup Biologi sains sake sampah sel senyawa anorganik senyawa organik senyawa penyusun sifilis siklus calvin sintesis sistem sistem ekskresi sistem endokrin sistem hormon sistem koordinasi sistem regulasi Sistem Reproduksi sistem respirasi sistem saraf sistem saraf pusat sistem transportasi Sistem Transportasi pada Avertebrata sistem urinaria SKL soal-soal sperma spermatogenesis pd hewan spermatophyta spermatozoa spons Standar Kompetensi Lulusan struktur struktur DNA struktur membran sel struktur RNA sumsum tulang belakang teknologi teori Teori Asal Usul Kehidupan teori darah teori darwin teori epigenesis teori evolusi Teori Evolusi Darwin teori heackel teori pangenesis testis tetraploidi tetrasomik translokasi transportasi sel Trichoderma triploidi trisomik Tumbuhan tumbuhan berbiji tumbuhan lumut tumbuhan paku Tuntunan Agama ujian nasional UN UN 2011 unsur unsur makro unsur mikro Virus wanita zat tumbuh