Tampilkan postingan dengan label reproduksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label reproduksi. Tampilkan semua postingan

Fase-fase Siklus Menstruasi dan hormone yang mempengaruhinya


Fase-fase  Siklus Menstruasi dan hormone yang mempengaruhinya Paling tidak setiap satu bulan sekali hamper sebagian besar wanita mengalami siklus menstruasi.
Menstruasi atau haid merupakan proses peluruhan dinding rahim [ endometerium ] dan sel telur yang tidak terbuahi oleh sel sperma. Proses menstruasi berkaitan erat dengan system koordinasi yang melibatkan beberapa macam hormone reproduksi.

Beberapa fase siklus menstruasi dan jenis hormone yang berperan dalam siklus menstruasi, antara lain adalah sebagai berikut :

Tahap-tahap Pembelahan Sel- MITOSIS


Pada pelajaran Biologi di SMP tentu anda masih ingat bahwa sebuah sel memiliki kemampuan berkembang biak, baik sel yang ada pada organisme bersel satu ( monoseluler ) maupun sel-sel yang ada pada organisme bersel banyak ( multiseluler ).
Ya, cara sel berkembang biak terbilang unik, karena mereka berkembang biak dengan cara membagi seluruh bagian sel menjadi dua bagian yang sama persis atau hamper sama.
Peristiwa demikian dikenal dengan sebutan pembelahan sel. Secara garis besarnya, pembelahan sel dibedakan menjadi dua yaitu : pembelahan sel secara langsung dan pembelahan sel secara tidak langsung. Pembelahan sel secara tidak langsung berlangsung secara bertahap , meliputi mitosis dan meiosis.
Adapun tahap-tahap pembelahan sel secara mitosis adalah sebagai berikut :
Seperti dijelaskan dalam tabel berikit ini.
Tabel. Tahap-tahap dalam Mitosis dan ciri utama
Tahapan / Fase
Cirri-ciri utama
 gambaran
Profase
·      Kedua sentriol memisah bergerak kea rah kutub yg berlawanan
·      Munculnya benang gelendong / benang spindle dari masing-masing sentriol
·      Benang kromatin menebal memendek menjadi kromosom
·      Nucleolus / anak inti menghilang

Prometafase
·      Sentriol telah mencapai masing-masing kutub sel yang berlawanan terhubung benang spindel
·      Membrane inti pecah dan menghilang
·      Kromosom tersebar di tengah sel

Metaphase
·      Kromosom berada di bidang ekuator  / bidang metafase







Anaphase
·      Kromosom bergerak menuju ke arah kutub-kutub yang berlawanan







Telofase
·      Kromatid sampai pd kutub-kutub sel
·      Benang gelendong menghilang
·      Kromatid memudar menjadi benang-benang kromatin
·      Selaput inti terbentuk kembali
·      Nukleolus mulai terlihat
·      Pada bidang ekuator terjadi lekukan membentuk sekat pemisah
·      Terbentuk dua sel anak yang identik

Dua sel anak yang terbentuk selanjutnya memasuki masa Interfase, di mana pada fase ini sel-sel mengalami pertumbuhan ( fase G1 ), kemudian melakukan sintesis senyawa seperti protein, asam nukleat termasuk duplikasi DNA ( fase S ) , pembentukan kromosom dan benag-benang gelendong ( fase G2 ). Setelah itu akan memasuki profase dari mitosis.
Apakah interfase termasuk dalam tahapan mitosis ? pikirkan jawabannya !
Organ Reproduksi pada Wanita

Organ Reproduksi pada Wanita

            Organ-organ kelamin wanita akan membentuk system reproduksi wanita atau system kelamin wanita.  Secara garis besar, organ kelamin wanita terdiri atas organ luar dan organ dalam. Organ kelamin luar wanita memiliki 2 fungsi, yaitu :
1. berfungsi sebagai jalan  masuk sperma ke dalam tubuh wanita  , dan jalan keluar bagi janin saat persalinan
2. pelindung organ kelamin dalam dari berbagai organisme penyebab infeksi.
Sedangkan organ kelamin dalam berperan dalam : menfasilitasi terjadinya pembuahan / fertilisasi dan implantasi janin setelah fertilisasi. Berikut ini adalah organ-organ yang menyusun sistem reproduksi wanita.
a. Organ Kelamin Luar meliputi :
i.
Labium mayor , yang terdiri dari kelenjar keringat dan kelenjar sebasea (penghasil minyak). setelah menginjak masa puber, labium mayor akan ditumbuhi rambut.
ii.
Labium minor , terletak tepat di sebelah dalam dari labium mayor mengelilingi lubang vagina dan uretra. Jika ada rangsangan,dari saluran kecil di samping introitus akan keluar cairan ( lender ) yang dihasilkan oleh   kelenjar Bartolin
iii.
Uretra , terletak di depan vagina dan merupakan lubang tempat keluarnya air kemih dari kandung kemih
iv.
Klitoris, Labium minora kiri dan kanan bertemu di depan dan membentuk klitoris,
 yang merupakan penonjolan kecil yang sangat peka / sensitive terhadap rangsangan.
v.
Perineum,Labium mayor kiri dan kanan bertemu di bagian belakang membentuk perineum, yang merupakan suatu jaringan fibromuskuler diantara vagina dan anus.
vi.
Himen (selaput Dara),Lubang vagina dikeliling oleh himen (selaput dara). Kekuatan himen pada setiap wanita bervariasi, karena itu pada saat pertama kali melakukan hubungan seksual, himen bisa robek atau bisa juga tidak.
 

b. Organ kelamin dalam
                Beberapa bagian dari alat reprduksi wanita yang merupakan organ dalam ( terletak di bagian dalam tubuh ) antara lain :
i.
Vagina / liang peranakan / liang senggama. Dalam  keadaan normal, dinding vagina bagian depan dan belakang saling bersentuhan sehingga tidak ada ruang di dalam vagina kecuali jika vagina terbuka ( misalnya selama pemeriksaan atau selama melakukan hubungan seksual). Pada wanita dewasa, rongga vagina memiliki panjang sekitar 7,6-10 cm.  Organ ini terutama berfungsi dalam konsepsi dan merupakan jalan lahir bagi bayi secara normal.
ii.
Rahim,  merupakan suatu organ yang berbentuk seperti buah pir dan terletak di puncak vagina. Rahim terletak di belakang kandung kemih dan di depan rektum (anus),  Rahim terbagi menjadi 2 bagian, yaitu serviks dan korpus (badan rahim). Selama masa reproduktif, panjang korpus adalah 2 kali panjang serviks. Korpus bisa melebar untuk menyimpan janin. Selama proses persalinan, dinding ototnya mengkerut sehingga bayi terdorong keluar melalui serviks dan vagina. Sebuah saluran yang melalui serviks memungkinkan spema masuk ke dalam rahim dan darah menstruasi keluar. Seviks biasanya merupakan penghalang yang baik bagi bakteri, kecuali selama masa menstruasi dan selama masa ovulasi (pelepasan sel telur). Saluran di dalam serviks sempit, bahkan terlalu sempit sehingga selama kehamilan janin tidak dapat melewatinya. Tetapi pada proses persalinan saluran ini akan meregang sehingga  bayi bisa melewatinya.Lapisan dalam dari korpus disebut endometrium. Setiap bulan setelah siklus menstruasi,endometrium akan menebal. tidak terjadi kehamilan, maka endometrium akan dilepaskan dan terjadilah perdarahan. Ini yang disebut dengan siklus menstruasi.
iii.
Ovarium / indung telur. Merupakan kelenjar kelamin yang berjumlah 1 pasang. Satu di sebelah kanan dan satunya lagi disebelah kiri. Kedua ovarium berfungsi memproduksi sel telur ( ovum )  dan mengeluarkan hormon steroid dan peptida seperti estrogen dan progesteron. Kedua hormon ini penting dalam proses pubertas wanita dan ciri-ciri seks sekunder. Estrogen dan progesteron berperan dalam persiapan dinding rahim untuk implantasi telur yang telah dibuahi. Selain itu juga berperan dalam memberikan sinyal kepada hipotalamus dan pituitari dalam mengatur siklus menstruasi.

sumber :
1.      Artikel & Gambar. http://www. id.wikipedia.org
2.      Artikel dan gambar.http://www. farmasiku.com
3.      Rumanta. ( 2009 ), Perkembangan Hewan, Jakarta, Universitas Terbuka


Perkembangbiakan Tumbuhan secara seksual / generatif.

Perkembangbiakan Tumbuhan secara seksual / generatif.

Gb. siklus kehidupan Angiospermae
http://t1.gstatic.com/images
Reproduksi ( perkembang biakan ) merupakan aktivitas mahkluk hidup untuk menghasilkan keturunan baru dengan tujuan untuk melestarikan jenisnya ( mempertahankan kelangsungan hidup jenisnya agar tidak punah .
Reproduksi pada mahkluk hidup dapat terjadi secara generatif ( seksual ), maksudnya adalah keturunan baru terbentuk melalui proses peleburan gamet jantan dengan gamet betina.Peristiwa peleburan gamet jantan dan gamet betina disebut fertilisasi ( pembuahan ).
Selain itu, reproduksi juga dapat terjadi secara vegetatif ( aseksual ), maksudnya, adalah keturunan baru terbentuk tanpa melalui proses peleburan gamet jantan dengan gamet betina.Keturunan baru yang terbentuk secara generatif pada umumnya memiliki sifat yang berbeda dengan kedua induknya, sedangkan keturunan baru yang terbentuk secara vegetatif pada umumnya memiliki sifat yang sama dengan induknya.

î Reproduksi generatif pada tumbuhan
Reproduksi generatif pada tumbuhan ( terutama tumbuhan berbiji / spermatophyte ) terjadi melalui proses pembuahan , yaitu peleburan serbuk sari ( gamet jantan ) dengan sel telur ( gamet betina ) yang didahului peristiwa penyerbukan / persarian, yaitu sampainya serbuk sari ke  tujuan  
( alat kelamin betina : kepala putik ( Angiospermae ), tetes penyerbukan( gymnospermae) ).                                                                                         
                                                                               
Gb. Struktur umum bunga Angiospermae ( dari : http://t0.gstatic.com/images? )
Penyerbukan pada tumbuhan dapat  terjadi dengan adanya perantara maupun tanpa adanya perantara. Berdasarkan factor yang menjadi perantaranya, penyerbukan dibedakan menjadi beberapa macam, Perhatikan table 1.1. dan 1.2. berikut ini .
Tabel 1.1. Macam penyerbukan berdasarkan factor perantaranya
MACAM PENYERBUKAN
FAKTOR
PERANTARA
CIRI ALAT REPRODUKSI/
CIRI TUMBUHAN
ANEMOGAMI
Angin
Tidak memiliki perhiasan bunga atau bermahkota kecil ; serbuk sari banyak, ringan, dengan tangkai sari panjang ;
Kepala putik besar, bunga tdk berbau
HIDROGAMI
Air
Tumbuhan hidup di air
ZOIDIOGAMI
Hewan

a. entomogami
Serangga
Mahkota bunga dg warna mencolok; bunga berbau khas; mempunyai kelenjar nectar
b. ornitogami
Burung
Bunga mempunyai kelenjar madu, mengandung air, mengandng unsure merah
c. kiropterogami
Kelelawar
Bunga mekar pada waktu malam hari,bunga berukuran besar,letak menonjol
d. malakogami
Siput
Tumbuhan sering didatangi siput,
ANTROPOGAMI
Manusia
Tumbuhan berumah dua; tidak adanya vector alami sbg perantara

Table 1.2. Macam penyerbukan berdasarkan asal serbuk sarinya
NO
MACAM PENYERBUKAN
ASAL SERBUK SARI
KETERANGAN
1.
AUTOGAMI
Dari satu bunga sama
Terjadi pada bunga biseksual ( hermaprodit )
2.
GEITONOGAMI
Dari bunga lain tetapi masih dalam satu pohon yang sama
Terjadi pada tumbuhan berumah satu ( monoesis )
3.
ALOGAMI
Dari bunga tumbuhan lain yang masih sejenis
Umumnya terjadi pada tumbuhan yang berumah dua 
( diesis )
4.
BASTAR
Dari bunga tumbuhan lain yang berbeda varietasnya
Biasanya dilakukan manusia untuk memperoleh varietas tanaman baru
Contoh Autogami ( from : http://t3.gstatic.com/images? )
Setelah terjadi penyerbukan maka beberapa saat sesudahnya akan terjadi pembuahan ( peleburan serbuk sari dengan sel telur ). Pada tumbuhan berbiji pembuahan dibedakanmenjadi dua,Yaitu :
1.       Pembuahan ganda.
Terjadi pada tumbuhan berbiji tertutup ( Angiospermae ). Dinamakan pembuahan ganda karena  ada dua inti sperma ( gamet jantan ) yang melebur. Yaitu inti sperma I melebur dengan sel telur membentuk zigot dan inti sperma II melebur dengan inti kandung lembaga sekunder membentuk endosperma ( keping biji ) sebagai cadangan makanan.
Mekanisme pembuahan ganda :
Inti serbuk sari setelah sampai di kepala putik akan membelah menjadi 2 yaitu inti vegetatif dan inti generatif yang kemudian membelah menjadi inti sperma I dan inti sperma II, sedang inti vegetatif akhirnya mati.
Di dalam bakal biji, sel nuselus membelah menjadi 4 sel, 3 diantaranya mati sedang  1 sel yang hidup membelah menjadi dua sel. Satu sel menuju kalaza, satu lagi menuju mikrofil, dan masing-masing membelah 2 kali berturut-turut sehingga terbentuk 8 inti.
Di kalaza, 3 sel menempatkan diri pada dinding kalaza disebut antipoda, dan 1 sel menuju ke tengah. Di mikrofil 3 inti menempel dekat mikrofil, yang tengah menjadi sel telur ( ovum ), sedang
Dua di kanan dan kiri disebut sinergid.
yang satu menuju ke tengah bergabung dengan 1 sel yang berasal dari kalaza membentuk sel kandung lembaga sekunder.
2.       Pembuahan tunggal
Pembuahan ini terjadi pada tumbuhan berbiji tertutup ( Gymnospermae ), dikatakan pembuahan tunggal karena hanya ada 1 sel sperma yang membuahi satu sel telur membentuk zigot




Pembuahan Tunggal 
( pd Gymnospermae )
Apa perbedaan antara pembuahan tunggal dengan pembuahan ganda ?
Pembuahan Ganda 
( pada Angiospermae )

Ciri-ciri Umum, dan Cara Reproduksi VIRUS

Ciri-ciri Umum, dan Cara Reproduksi VIRUS

Antara tahun-tahun 2008-2010 dunia dihebohkan oleh wabah flu Burung yang menyebabkan matinya ribuan unggas peliharaan manusia bahkan sempat merenggut nyawa beberapa warga di bumi terutama di wilayah Asia termasuk Indonesia. Belakangan diketahui bahwa penyebab kematian tersebut adalah "mahkluk" bernama VIRUS. 

Apa sebenarnya virus itu ? Bagaimana ciri-ciri virus itu ? bagaimana cara dia berkembang biak ?

Kata Virus sendiri berasal dari bahasa Latin yaitu " virion " yang terjemahan Indonesianya adalah "racun". Adalah Adolf Meyer yang disebut-sebut sebagai manusia pertama yang menemukan virus di tahun 1883 setelah melakukan penelitian pada daun tanaman tembakau yang berbintik-bintik kuning..Setelah penemuan Meyer tersebut, ilmuwan-ilmuwan lainnya ikut meneliti kebaradaan virus. Sebut saja ada Dimitri Ivanowsky ( 1892 ), M.Beyerinck ( 1897 ), Wendell Stanley ( 1935 ) dan beberapa ilmuwan lainnya.
Lalu...Ciri-ciri apa yang dipakai untuk mengenali mahkluk bernama virus ini ?
Secara garis besarnya, virus memiliki ciri-ciri seperti berikut ini :
  • Ukuran tubuhnya sangat kecil sekali atau disebut ultra mikroskopik karena hanya dapat diamati dengan menggunakan mikroskup elektron.Diperkirakan memiliki ukuran diameter antara 17 nanometer hingga 1000 nanometer.
  • Tubuh nya tersusun atas 2 bagian utama, yaitu : bagian kapsid yang terbentuk dari senyawa protein dan bagian isi yang berupa asam nukleat yang dapat berupa DNA atau RNA.
  • Selain dua bagian tersebut, tidak ditemukan adanya organel-organel seperti layaknya sebuah sel mahkluk hidup yang memiliki berbagai organel sel seperti : mitokondria, ribosom, retikulum endoplasma, lisosom, badan golgi, kloroplas dll. ( dikatakan virus tidak berupa sel )
  • Reproduksi dilakukan dengan cara replikasi di dalam sel atau jaringan hidup.

 Gambar beberapa bentuk dan struktur virus :

Bagaimana virus melakukan reproduksi ?
Virus berkembangbiak atau memperbanyak "dirinya" dengan cara DNA atau RNA nya melakukan replikasi atau penggandaan . Pada prinsipnya, reproduksi virus terjadi melalui dua daur yaitu daur Litik dan daur Lisogenik.
Berikut akan diuraikan secara singkat tahapan-tahapan dari masing-masing daur tersebut.

Daur Litik
Ciri khas dari daur ini adalah, ketika virus telah berhasil melakukan replikasi dan membentuk "anak-anak" virus. Maka "anak-anak" tersebut akan keluar dari sel inang dengan cara menghancurkan ( melisiskan ) dinding sel dan atau membran sel dari sel inangnya. Adapun tahapan-tahapan pokoknya adalah sbb :
  1. Adsorbsi, tubuh virus melekat pada dinding sel/membran sel inang
  2. Penetrasi atau injeksi, DNA / RNA virus dimasukkan ke dalam sitoplasma sel inang
  3. Eklifase, di dalam sel inang DNA/RNA virus akan mengambilalih fungsi DNA sel inang yang selanjutnya DNA?RNA virus melakukan replikasi asam nukleat dan melakukan sintesis protein
  4. Pembentukan / perakitan, DNA /RNA hasil replikasi dan protein hasil sintesis dirakit menjadi virus-virus baru.
  5. Lisis, setelah "dewasa" virus-virus tersebut keluar dari dalam sel inang dengan cara menghancurkan / melisiskan dinding sel dan atau membran sel inang ( sehingga sel inang hancur / rusak ). Setelah itu viru-virus baru tersebut akan "mencari" sel-sel lainnya yang masih hidup sebagai inang untuk melakukan reproduksi berikutnya.
Daur Lisogenik
Ciri khas daur ini adalah terbentuknya Profage, yaitu gabungan antara DNA sel inang dengan DNA virus. Tahap-tahap daur lisogenik adalah sebagai berikut :
  1. Adsorbsi, tubuh virus melekat pada dinding sel/membran sel inang
  2. Penetrasi atau injeksi, DNA / RNA virus dimasukkan ke dalam sitoplasma sel inang
  3. Penyisipan atau penggabungan, dimana DNA virus akan menyisip / bergabung dengan DNA sel inang membentuk profage
  4. Pembelahan, ketika sel inang berkembang biak dengan cara membelah diri maka secara otomatis DNA virus yang telah bergabung dengan DNA sel inang akan ikut mengalami replikasi ketika DNA sel inang melakukan replikasi. Pada tahapan ini akan terbentuk profage-profage baru.
  5. Secara alami atau pada keadaan-keadaan tertentu DNA virus dapat melepaskan diri dari Profage kemudian keluar dari sel inang untuk mendapatkan sel inang lainnya. Atau dapat juga DNA virus tersebut tetap berada dalam profage.
Perhatikan gambar di bawah ini :

  Apa perbedaan kedua daur tersebut ?
sumber :
- http://t0.gstatic.com

Label

abiotik abitik aflatoksin alga AlQur'an amphibi anabolisme anaerob angka kelulusan archaeobacteria arthropoda Asal usul asal-usul kehidupan askogonium askospora Aspergillus avertebrata bab ekologi bacteria Beberapa Teori Hukum Pewarisan Sifat belajar aktif biodiversitas biologi umum BIOLOGI X BIOLOGI X. mollusca BIOLOGI XI BIOLOGI XII Biometri bioteknologi bioteknologi konvensional bioteknologi modern biotik bryophyta bukti evolusi bukti ilmiah bukti-bukti burung cacing gilig cacing pipih cacing tanah cara agar cara biologi dipelajari cara pengeluaran cairan tubuh Cara Sukses Belajar ciiri-ciri Ciri - Ciri ciri-ciri ciri-ciri enzim ciri-ciri fungi ciri-ciri jamur ciri-ciri virus cnidaria CO2 coelenterata contoh dampak negatif dampak positif Darwin dasar daur biogeokimia daur hidup defisiensi delesi DNA dunia hewan duplikasi efek rumah kaca efek rumah kits ejakulasi dini ekologi ekosistem ekskresi enzim eubacteria evolusi fakta-fakta fermentasi fermentasi alkohol fermentasi asam laktat flora fauna fosfolipid fotosintesis fungi FUNGI/JAMUR fungsi Fusarium ganggang gangguan gastrointestinal gen genetik Genetika ginjal glikolipid Glikolisis gonorrhoe greenhouse effect gula hereditas hewan berongga hewan dan manusia hipofisis hk.Hardy-Weinberg hk.Mendel II ho t hokum Mendel hormon hukum hukum Mendel I hukum Mendel II hydra impotensi insecta inversi parasentrik inversi perisentrik Invertebrata jasa jenis jenis-jenis kanker kapang karbohidrat karbon katabolisme katabolisme karbohidrat katak katenasi Keanekaragaman Hayati kehidupan kelainan kelas Ascomycotina kelas XII IPA kemosintesis kerajaan hewan khas indonesia kimia kimiawi kindom plantae Kingdom Animalia kingdom Protista klasifikasi komponen konidia konidiofor konsep belajar konsep evolusi konvensional kromosom kulat kuliah kulit Kurikulum laki-laki lammark lammarkisme Lembar Kegiatan Siswa limbah lingkungan LKS lumut lupa macam macam mutasi mahluk hidup makanan manfaat mereviev manusia master of glands masyarakat materi kls X/1 materi kls X/2 Materi kls XI / 2 materi kls XII / 2 materi klsXII/1 meiosis mekanisme mekanisme evolusi membran memperbaiki nasib menstruasi Metabolisme metabolisme lemak metabolisme protein mikroba mitosis Model DNA monera monosomik Motivasi mudah murah mutagen Mutasi mutu sekolah nasib diri nematelminthes Neurospora ngantuk nullisomik Nutfah O2 Opini/pendapat organ otak ovum paru-paru pembelahan sel pembelajaran pencernaan Pencernaan makanan pada hewan pengelompokkan pengertian Penicillium penis penyakit peranan peranan monera peranan virus Perbedaan antara Fotosintesis dg Kemosintesis perbedaan DNA-RNA perbedaan fermentasi asam laktat dengan fermentasi alkohol perkembangbiakan tumbuhan pernapasan persilangan dihibrid Persilangan Monohibrid pertumbuhan Pertumbuhan Perkembangan Tumbuhan Pertumbuhan Tumbuhan pewarisan sifat piramida planaria Plantae Plantae/Tumbuhan Plasma platyhelminthes poliploidi porifera preformasi prinsip produk prokariot Proses dan Enzim yang Berperan. protista protista mirip hewan protista mirip tumbuhan protozoa pteridophyta raja singa rantai makanan reaksi blackman reaksi gelap reaksi Hill reaksi terang rencana penelitian rencana percobaan Replikasi DNA reproduksi reproduksi generatif reproduksi manusia reproduksi tumbuhan reptilia respirasi respirasi aerob respirasi anaerob RNA Ruang Lingkup Biologi sains sake sampah sel senyawa anorganik senyawa organik senyawa penyusun sifilis siklus calvin sintesis sistem sistem ekskresi sistem endokrin sistem hormon sistem koordinasi sistem regulasi Sistem Reproduksi sistem respirasi sistem saraf sistem saraf pusat sistem transportasi Sistem Transportasi pada Avertebrata sistem urinaria SKL soal-soal sperma spermatogenesis pd hewan spermatophyta spermatozoa spons Standar Kompetensi Lulusan struktur struktur DNA struktur membran sel struktur RNA sumsum tulang belakang teknologi teori Teori Asal Usul Kehidupan teori darah teori darwin teori epigenesis teori evolusi Teori Evolusi Darwin teori heackel teori pangenesis testis tetraploidi tetrasomik translokasi transportasi sel Trichoderma triploidi trisomik Tumbuhan tumbuhan berbiji tumbuhan lumut tumbuhan paku Tuntunan Agama ujian nasional UN UN 2011 unsur unsur makro unsur mikro Virus wanita zat tumbuh