Struktur Molekul DNA dan RNA

Struktur Molekul DNA dan RNA

Melalui penelitian lebih lanjut, diketahui bahwa asam nukleat tersusun atas nukleotida-nukleotida sehingga senyawa ini merupakan suatu polinukleotida. Sebuah nukleotida terdiri atas nukleosida dan fosfat 
( PO-4 ). Sedang nukleosida terdiri  dari sebuah gula pentosa dan sebuah basa nitrogen ( basa N ) berupa purin atau pirimidin.
DNA ( deoxyribonucleic Acid ) atau Asam Deoksiribonukleat ( ADN )  merupakan molekul kompleks yang dibentuk oleh 3 macam molekul, yaitu : gula pentosa ( berupa gula Deoksirobosa ), fosfat (PO-4  ) dan basa nitrogen terdiri dari : basa purin : guanine ( G ) atau adenine ( A ) dan basa pirimidin : timin ( T ) atau sitosin ( S ).
James Watson dan Francis Crick, mengemukakan suatu model DNA yang terkenal dengan nama doble helix ( tangga tali terpilin ganda ) sangat panjang, dimana gula dan fosfat sebagai induk ( ibu tangga ) dan basa nitrogen dengan pasangan tetapnya sebagai anak tangga. Guanin ( G ) dengan sitosin ( C ) dihubungkan oleh ikatan lemah 3 atom H ( hydrogen ). Timin ( T ) dengan Adenin ( A ) dihubungkan oleh ikatan lemah 2 atom H.

Sebagai penentu hereditas DNA mempunyai kemampuan membentuk DNA baru yang sama persis dengan DNA asal. Kemampuan seperti ini disebut replikasi. Selain itu DNA juga memiliki kemampuan membentuk molekul kimia lainnya, seperti protein melalui sintesis protein.
            Struktur kimia RNA ( Ribonucleic  Acid ) seperti halnya DNA, yaitu tersusun atas polinukleotida yang terdiri atas asam nukleat. Di mana asam nukleat merupakan bentuk polimerisasi dari gula pentosa, basa Nitrogen dan fosfat. Rantai polinukleotida RNA bersifat tunggal dan pendek. Gula pentosanya berupa ribose dan tidak mempunyai basa nitrogen timin, melainkan urasil.
 Menurut peranan dan tempat terdapatnya, ada beberapa macam RNA, antara lain :
  1. RNA duta, disebut juga mRNA ( messenger RNA ) dibentuk DNA di dalam nucleus, berperan membawa kode genetika dari DNA.
  2. RNA ribosom, disebut juga rRNA ( ribosome RNA ) dibentuk oleh DNA, banyak terdapat di dalam ribosom, berperan dalam menerima kode genetic yang dibawa RNA duta
  3. RNA transfer , disebut juga  tRNA dibentuk oleh DNA, berada di dalam sitoplasma, berperan mengikat asam amino
sumber :
http://t2.gstatic.com/images?
Ciri-ciri Umum, dan Cara Reproduksi VIRUS

Ciri-ciri Umum, dan Cara Reproduksi VIRUS

Antara tahun-tahun 2008-2010 dunia dihebohkan oleh wabah flu Burung yang menyebabkan matinya ribuan unggas peliharaan manusia bahkan sempat merenggut nyawa beberapa warga di bumi terutama di wilayah Asia termasuk Indonesia. Belakangan diketahui bahwa penyebab kematian tersebut adalah "mahkluk" bernama VIRUS. 

Apa sebenarnya virus itu ? Bagaimana ciri-ciri virus itu ? bagaimana cara dia berkembang biak ?

Kata Virus sendiri berasal dari bahasa Latin yaitu " virion " yang terjemahan Indonesianya adalah "racun". Adalah Adolf Meyer yang disebut-sebut sebagai manusia pertama yang menemukan virus di tahun 1883 setelah melakukan penelitian pada daun tanaman tembakau yang berbintik-bintik kuning..Setelah penemuan Meyer tersebut, ilmuwan-ilmuwan lainnya ikut meneliti kebaradaan virus. Sebut saja ada Dimitri Ivanowsky ( 1892 ), M.Beyerinck ( 1897 ), Wendell Stanley ( 1935 ) dan beberapa ilmuwan lainnya.
Lalu...Ciri-ciri apa yang dipakai untuk mengenali mahkluk bernama virus ini ?
Secara garis besarnya, virus memiliki ciri-ciri seperti berikut ini :
  • Ukuran tubuhnya sangat kecil sekali atau disebut ultra mikroskopik karena hanya dapat diamati dengan menggunakan mikroskup elektron.Diperkirakan memiliki ukuran diameter antara 17 nanometer hingga 1000 nanometer.
  • Tubuh nya tersusun atas 2 bagian utama, yaitu : bagian kapsid yang terbentuk dari senyawa protein dan bagian isi yang berupa asam nukleat yang dapat berupa DNA atau RNA.
  • Selain dua bagian tersebut, tidak ditemukan adanya organel-organel seperti layaknya sebuah sel mahkluk hidup yang memiliki berbagai organel sel seperti : mitokondria, ribosom, retikulum endoplasma, lisosom, badan golgi, kloroplas dll. ( dikatakan virus tidak berupa sel )
  • Reproduksi dilakukan dengan cara replikasi di dalam sel atau jaringan hidup.

 Gambar beberapa bentuk dan struktur virus :

Bagaimana virus melakukan reproduksi ?
Virus berkembangbiak atau memperbanyak "dirinya" dengan cara DNA atau RNA nya melakukan replikasi atau penggandaan . Pada prinsipnya, reproduksi virus terjadi melalui dua daur yaitu daur Litik dan daur Lisogenik.
Berikut akan diuraikan secara singkat tahapan-tahapan dari masing-masing daur tersebut.

Daur Litik
Ciri khas dari daur ini adalah, ketika virus telah berhasil melakukan replikasi dan membentuk "anak-anak" virus. Maka "anak-anak" tersebut akan keluar dari sel inang dengan cara menghancurkan ( melisiskan ) dinding sel dan atau membran sel dari sel inangnya. Adapun tahapan-tahapan pokoknya adalah sbb :
  1. Adsorbsi, tubuh virus melekat pada dinding sel/membran sel inang
  2. Penetrasi atau injeksi, DNA / RNA virus dimasukkan ke dalam sitoplasma sel inang
  3. Eklifase, di dalam sel inang DNA/RNA virus akan mengambilalih fungsi DNA sel inang yang selanjutnya DNA?RNA virus melakukan replikasi asam nukleat dan melakukan sintesis protein
  4. Pembentukan / perakitan, DNA /RNA hasil replikasi dan protein hasil sintesis dirakit menjadi virus-virus baru.
  5. Lisis, setelah "dewasa" virus-virus tersebut keluar dari dalam sel inang dengan cara menghancurkan / melisiskan dinding sel dan atau membran sel inang ( sehingga sel inang hancur / rusak ). Setelah itu viru-virus baru tersebut akan "mencari" sel-sel lainnya yang masih hidup sebagai inang untuk melakukan reproduksi berikutnya.
Daur Lisogenik
Ciri khas daur ini adalah terbentuknya Profage, yaitu gabungan antara DNA sel inang dengan DNA virus. Tahap-tahap daur lisogenik adalah sebagai berikut :
  1. Adsorbsi, tubuh virus melekat pada dinding sel/membran sel inang
  2. Penetrasi atau injeksi, DNA / RNA virus dimasukkan ke dalam sitoplasma sel inang
  3. Penyisipan atau penggabungan, dimana DNA virus akan menyisip / bergabung dengan DNA sel inang membentuk profage
  4. Pembelahan, ketika sel inang berkembang biak dengan cara membelah diri maka secara otomatis DNA virus yang telah bergabung dengan DNA sel inang akan ikut mengalami replikasi ketika DNA sel inang melakukan replikasi. Pada tahapan ini akan terbentuk profage-profage baru.
  5. Secara alami atau pada keadaan-keadaan tertentu DNA virus dapat melepaskan diri dari Profage kemudian keluar dari sel inang untuk mendapatkan sel inang lainnya. Atau dapat juga DNA virus tersebut tetap berada dalam profage.
Perhatikan gambar di bawah ini :

  Apa perbedaan kedua daur tersebut ?
sumber :
- http://t0.gstatic.com

Cara Mencari Keturunan F1 sampai F2 pada Persilangan Dihibrid ( hukum Mendel 2 )

Cara Mencari Keturunan F1 sampai F2 pada Persilangan Dihibrid ( hukum Mendel 2 )

Persilangan menurut Hukum Mendel II.

Jika disilangkan antara tanaman berbiji bulat kuning dengan tanaman berbiji kisut hijau, maka keturunan F1 dan F2 -nya dapat dijelaskan seperti berikut ini.


Parental ( P1 ) :
BbYy
( bulat kuning )
X
bbyy
( kisut hijau )


Gamet :
BY, By, bY, by

by

F1 ( keturunan Pertama ) :


BY
By
bY
by
by
BbYy
Bulat kuning
Bbyy
Bulat hijau
bbYy
kisut kuning
bbyy
Kisut hijau


F2 ( keturunan kedua ) :
Diperoleh dengan menyilangkan sesama F1

Yaitu :
  • 1. BbYy X BbYy, 2. BbYy X Bbyy, 3. BbYy X bbYy, 4. BbYy X bbyy
  • 5. Bbyy X Bbyy, 6. Bbyy X bbYy , 7. Bbyy X bbyy
  • 8. bbYy X bbYy, 9. bbYy X bbyy
  • 10. bbyy X bbyy
Gunakan bagan punnet seperti  waktu mencari keturunan F1, untuk mempermudah Anda dalam mencari keturunan kedua 
( F2 –nya )
Contoh : 1. Persilangan antara BbYy dengan BbYy


BY
By
bY
by
BY
BBYY
Bulat kuning
BBYy
Bulat kuning
BbYY
Bulat kuning
BbYy
Bulat kuning
By
BBYy
Bulat kuning
BByy
Bulat hijau
BbYy
Bulat kuning
Bbyy
Bulat hijau
bY
BbYY
Bulat kuning
BbYy
Bulat kuning
bbYY
kisut kuning
bbYy
kisut kuning
by
BbYy
Bulat kuning
Bbyy
Bulat hijau
bbYy
kisut kuning
Bbyy
Kisut hijau

Perbandingan / rasio fenotip F2 dari persilangan tersebut adalah : bulat kuning : bulat hijau : kisut kuning : kisut hijau =    9 : 3 : 3 : 1

Lanjutkan seperti contoh di atas untuk persilangan-persilangan berikutnya ( 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10 )






Peranan VIRUS dalam Kehidupan

Peranan VIRUS dalam Kehidupan

Keberadaan virus di bumi akhir-akhir ini sangat menyita perhatian, pikiran waktu bagi hampir semua kalangan manusia. Sebut saja , mulai dari para pemimpin dunia, para ilmuwan, pemimpin lokal sampai bahkan rakyat kecil. Bagaimana tidak ? karena "sepak terjang" sosok mahkluk ciptaan Tuhan ini yang sangat menghebohkan. Mulai dari cacar ( yang paling kuno ) hingga flu burung / avian influenza ( yang terkini, saat saya tulis ini ). 
Namun demikian, apakah benar bahwa sosok virus ini hanya menimbulkan kerugian dan kengerian manusia ?
Jawabannya tentu tidak , sebab beberapa pakar biologi terutama dalam bidang rekayasa genetika justru banyak "terbantu" oleh keberadaan Virus. Beberapa Virus yang dimanfaatkan dalam bidang tersebut antara lain :
  • Virus digunakan untuk memproduksi interveron, yakni sejenis senyawa yang dapat dimanfaatkan untuk mencegah replikasi virus di dalam sel inang ( hospes )
  • Profage dapat dimanfaatkan untuk mengubah fenotip bacteri sehingga menjadi bermanfaat dalam dunia kedokteran / medis
  • Virus digunakan untuk pembuatan vaksin berbagai jenis mikroba penyebab penyakit. Seperti vaksin sabin dan Salk untuk mencegah penyakit polio, vaksin Pasteur untuk mencegah penyakit rabies dll.
Kedepan, tentu akan banyak lagi temuan-temuan para ahli yang berkaitan dengan manfaat / kegunaan virus bagi kehidupan
Memang tidak bisa kita ingkari kalau kebanyakan virus yang ada di bumi ini menyebabkan kerugian dalam kehidupan kita. Terutama disebabkan oleh "kemampuan" virus menyebabkan berbagai macam penyakit baik pada manusia, hewan maupun tumbuhan yang dibudidayakan manusia.
Dalam dunia pertanian misalnya,  ada beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti :
  • Mosaik ( bercak kuning )  pada daun tembakau yang menghambat pertumbuhan tanaman tembakau. Virus penyebabnya dikenal dengan sebutan Tobacco Mozaik Virus ( TMV ).
  • Daun menggulung pada tanaman kapas dan lobak yang disebabkan oleh virus bernama Turnip Yellow Mozaic Virus ( TYMV ).
  • penyakit Tungro pada tanaman padi yang disebabkan oleh virus tungro
  • Penyakit kanker pada tanaman jeruk yang disebabkan oleh CPVD
Dalam dunia peternakan, ada beberapa penyakit yang juga disebabkan oleh virus, antara lain :
  • penyakit tetelo atau cekak atau New Castle Disease ( NCD ) yang menyerang sistem saraf unggas ( ayam, itik )
  • penyakit kuku dan mulut atau Foot and Mouth Disease yang menyerang organ kuku dan mulut hewan ternak seperti sapi, kambing, kerbau dan kuda
  • penyakit flu burung yang menyerang sistem pernapasan ternak unggas
Dan yang tak kalah menghebohkannya adalah, bahwa virus justru lebih banyak menimbulkan berbagai macam penyakit pada manusia. Beberapa di antara nya yang saat ini baru terkenal adalah :
  • Avian Influenza yang disebabkan oleh virus H5N1
  • Demam berdarah yang disebabkan oleh Virus Dengue
  • AIDS yang disebabkan oleh HIV ( Human Imunodeficiency Virus )
  • SARS
  • Flu Hongkong
dan masih banyak lagi penyakit-penyakit pada manusia yang disebabkan oleh virus.
Tips : Biar gak NGANTUK saat di Kelas

Tips : Biar gak NGANTUK saat di Kelas

Ngantuk saat belajar ? atau ngantuk di dalam kelas bahkan sampai ketiduran di bangku sekolah, adalah hal umum yang bisa dan biasa di alami oleh beberapa siswa pada saat mengikuti kegiatan belajar ( terutama di dalam ruang kelas ).
Tentunya "perilaku"  ini selain merugikan diri kita sendiri ( yang ngantuk / bahkan ketiduran ) dan juga siswa lain dalam ruang kelas. Tak ketinggalan tentu Bapak / Ibu guru juga ikut-ikutan terganggu oleh "perilaku" seperti ini dari siswanya. Karena "terpaksa" harus ngurusin diri mu
Untuk itu, sebagai seorang siswa Anda harus mempunyai cara-cara khusus agar terhindar dari "perilaku" semacam itu. 
Anda bisa mencoba beberapa trik atau strategi agar terbebas dari "perilaku" yang merugikan tersebut.
Beberapa triknya antara lain :
  1. Menyambungkan diri dengan pelajaran nya , siapapun guru yang mengajarnya.. Tanamkan dalam pikiran Anda bahwa belajar merupakan sebuah kebutuhan ( seperti halnya makan, minum ). Belajar adalah demi dan untuk masa depan saya sendiri
  2. Jangan tidur terlalu larut, terutama pada hari-hari esoknya masuk sekolah. ( kalo malam minggu sih, boleh-boleh saja. Tetapi bagi Anda yang seorang muslim, sangat direkomendasikan  untuk bisa meniru "gaya hidup" Rasulnya.Yaitu : "cepat tidur and cepat bangun".
  3. Makan permen , terutama permen karet ( tapi usahakan agar gak terlihat Bapak/Ibu guru , sebab kalau ketahuan bisa jadi masalah baru ). Sebuah penelitian menyebutkan bahwa mengunyah sesuatu saat belajar dapat meningkatkan konsentrasi belajar seseorang.
  4. Menulis. Tulis lah dalam bukumu apa saja yang di "omongkan" oleh gurumu ketika memberikan penjelasan tentang materi yang saat itu diajarkan. Salah satu penyebab kantuk adalah kurangnya aktivitas fisik yang dilakukan oleh seseorang. Coba perhatikan Guru Anda, beliau ngomong 1- 2 jam tidak terlihat ngantuk kan ?
  5. Kalau rasa ngantuk gak ketulungan, mintalah ijin pada Guru untuk Anda keluar sebentar lalu masuk kamar mandi, berwudhu lah. atau... paling tidak cuci muka dan sapulah kulit kepala Anda dengan air dingin.. Sesudah itu masuk kembali ke dalam ruang kelas.
inilah beberapa upaya yang bisa Anda lakukan, agar terbebas dari "perilaku" ngantuk / ketiduran saat belajar terutama ketika di dalam ruang kelas.
KROMOSOM

KROMOSOM

Setiap sel eukariot mengandung materi genetic berupa kromosom yang di dalamnya tersimpan gen. 
Apakah kromosom itu ? 
Menurut Prof.Suryo ( 1984 ) kromosom merupakan benda-benda halus berbentuk lurus / batang / bengkok yang terdapat di dalam nucleus dan terdiri atas zat-zat yang mudah mengikat warna. Bentuk kromosom sangat jelas ketika sel sedang membelah.
                
Bagaimana struktur kromosom itu ? 
Secara structural kromosom terdiri atas: sentromer ( kinetokor ) dan lengan kromosom, yakni badan kromosom yang mengandung kromonema dan gen.Lengan kromosom terdiri atas matriks dan benang-benang kromonema. Di sepanjang kromonema terdapat “manik-manik” yang berjejer tidak teratur disebut kromomer.Di dalam kromomer terdapat lokus yg didalamnya tersimpan molekul DNA ( Deoxyribonucleic Acid ). DNA inilah yang selanjutnya dikenal sebagai gen.
                 
Bagaimanakah bentuk kromosom itu ? 
Berdasarkan letak sentromernya Bentuk kromosom ada beberapa macam, antara lain : bentuk telosentrik, dengan letak kromosom di ujung lengan kromosom
( disebut juga bentuk batang / seperti huruf i ). Hanya memiliki satu lengan kromosom. Bentuk akrosentrik, dengan letak sentromer mendekati ujung, mempunyai dua lengan, salah satunya sangat pendek ( seperti huruf J ). Bentuk sub metasentrik, dengan letak sentromer agak jauh dari ujung, mempunyai dua lengan dengan salah satu lengan lebih pendek ( seperti huruf L ).Bentuk metasentrik, dengan letak sentromer di tengah-tengah kedua lengan kromosom yang sama panjangnya ( berbentuk seperti huruf V ).
                 
Ada berapa macam kromosom yang terdapat di dalam sel mahkluk hidup itu ? 
Di dalam sel, kromosom terdiri dari 2 macam, yaitu : Kromosom tubuh ( AUTOSOM ) yang selalu dalam keadaan berpasangan ( kromosom homolog ) , dan kromosom kelamin ( GONOSOM / SEX CHROMOSOME ) yang mengandung gen penentu sifat-sifat kelamin / menentukan jenis kelamin.
               
Apakah jumlah kromosom semua mahkluk hidup itu sama ? 
Jumlah kromosom setiap jenis mahkluk hidup ternyata berbeda-beda. 
Seperti misalnya : Manusia memiliki 46 buah / 23 pasang kromosom,
@ yang terdiri dari 44 buah / 22 pasang autosom dan 2 buah / 1 pasang gonosom 
@ Formula / rumus kromosomnya di tulis :
     @ Untuk pria : 22 AA + XY atau 44 A + XY atau 22 AA,XY  , formula kromosom gametnya 22A + X dan 22 + Y
     @ Untuk wanita : 22 AA + XX atau 44 A + XX atau 22 AA,XX , formula kromosom gametnya  22A + X

Apakah rumus kromosom  di atas berlaku untuk semua mahkluk hidup ? 
Tidak semua mahkluk hidup mengikuti formula kromosom seperti manusia. Ada beberapa tipe formula kromosom dengan tipe penentuan jenis kelaminnya.Perhatikan table berikut ini.

Tabel 3.1.Penentuan jenis kelamin ( determinasi seks )

NO

TIPE
JENIS KELAMIN

BERLAKU PADA ORGANISME

KET
JANTAN
( ♂ )
BETINA
( ♀ )
  1
XX – XY
…AA,XY
….AA,XX
Manusia, mammalian, lalat Drosophylla sp.


  2.
XX – XO
…AA,XO
…AA,XX
Serangga ordo Orthoptera
( seperti belalang )


  3.
ZZ – ZW
…AA,ZZ
…AA,ZW
Kupu-kupu, ikan, burung


 4.
ZZ – ZO
…AA,ZZ
…AA,ZO
Unggas ( ayam , itik )



sumber pustaka :
D.A.Pratiwi,dkk,2006.Biologi utk SMA Kelas XII.Jakarta:Penerbit Erlangga )
http://t2.gstatic.com/images

Beberapa jenis Tumbuhan ( Flora )  dan Hewan ( Fauna ) khas Indonesia

Beberapa jenis Tumbuhan ( Flora ) dan Hewan ( Fauna ) khas Indonesia


Wilayah negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat luas dan terdiri atas ribuan pulau besar dan pulau-pulau kecil , di tambah lokasi strategis di khatulistiwa menjadikan Indonesia sebagai salah satu negera di dunia yang memiliki kekayaan alam yang sungguh luar biasa.
Berbagai jenis flora dan fauna khas di wilayah Negara Republik Indonesia terdapat pada berbagai ekosistem dengan karakteristik wilayah yang beragam tersebar dari Sabang ( wilayah paling barat ) sampai Merauke ( wilayah paling Timur ) .
Flora khas
Keanekaragaman flora di Indonesia terbilang cukup tinggi , karena sebagain besar wilayah Indonesia merupakan ekosistemm hutan hujan tropis, sehingga disebut juga dengan Flora Malesiana ( Malaya, Indonesia, Philipina, kep. Salomon dan Papua ).
Di wilayah hutan hujan tropis Kalimantan dominant dengan pohon-pohon tinggi seperti : Meranti ( Shorea sp ), 
rotan ( Calamus caesius ), kayu hitam ( Ebony )
Di Sumatera, Jawa dan Sulawesi terdapat tumbuhan khas, seperti : durian ( Durio zibethinus ), mangga ( Mangifera indica ), dan sukun ( Artocarpus altilis ).
Di hutan musim P.Jawa terdapat Jati ( Tectona grandis ), mahoni , bungur ( Coelogyne pandurata ), 
kenari ( Canarium commune ), albasia, cempedak ( A.integer ).
Kayu cendana ( Santalum album ), kayu putih ( Eucalyptus alba ) banyak terdapat di Nusa Tenggara.
Bunga raksasa ( Raflesia arnoldi ), keruing ( Dipterocarpus sp ) di daerah Sumatera.
Di pulau Irian ada matoa ( Pometia pinnata ) dan bunga Irian ( Mucuna bennetti ). Di pulau Banda dan Maluku  khas dengan flora berupa pala ( Myristica fragrans ).
Fauna khas.
Kekhasan fauna Indonesia berciri oriental, Australian dan peralihan.
Fauna oriental terdapat di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan. Seperti : bekantan ( Nasalis larvatus ), 
badak bercula satu, harimau sumatera, Tapir , banteng dan gajah .
Fauna Australian di Nusa Tenggara, Maluku, pulau Irian dan sekitarnya, ada : Komodo, babi rusa, 
Kanguru pohon ( Dendrogalus inustus ),, kuskus ( Palanger sericeus ), burung cendrawasih ( Paradisaea rubra ).
Fauna peralihan terdapat di Sulawesi, seperti : Anoa ( Pendrogalus inustus ), Maleo ( Macrocephalon maleo ), rangkong ( Aceros cassidia ), musang cokelat ( Macrogalidia musschenbroeki ), Tarsius spectrum

Label

abiotik abitik aflatoksin alga AlQur'an amphibi anabolisme anaerob angka kelulusan archaeobacteria arthropoda Asal usul asal-usul kehidupan askogonium askospora Aspergillus avertebrata bab ekologi bacteria Beberapa Teori Hukum Pewarisan Sifat belajar aktif biodiversitas biologi umum BIOLOGI X BIOLOGI X. mollusca BIOLOGI XI BIOLOGI XII Biometri bioteknologi bioteknologi konvensional bioteknologi modern biotik bryophyta bukti evolusi bukti ilmiah bukti-bukti burung cacing gilig cacing pipih cacing tanah cara agar cara biologi dipelajari cara pengeluaran cairan tubuh Cara Sukses Belajar ciiri-ciri Ciri - Ciri ciri-ciri ciri-ciri enzim ciri-ciri fungi ciri-ciri jamur ciri-ciri virus cnidaria CO2 coelenterata contoh dampak negatif dampak positif Darwin dasar daur biogeokimia daur hidup defisiensi delesi DNA dunia hewan duplikasi efek rumah kaca efek rumah kits ejakulasi dini ekologi ekosistem ekskresi enzim eubacteria evolusi fakta-fakta fermentasi fermentasi alkohol fermentasi asam laktat flora fauna fosfolipid fotosintesis fungi FUNGI/JAMUR fungsi Fusarium ganggang gangguan gastrointestinal gen genetik Genetika ginjal glikolipid Glikolisis gonorrhoe greenhouse effect gula hereditas hewan berongga hewan dan manusia hipofisis hk.Hardy-Weinberg hk.Mendel II ho t hokum Mendel hormon hukum hukum Mendel I hukum Mendel II hydra impotensi insecta inversi parasentrik inversi perisentrik Invertebrata jasa jenis jenis-jenis kanker kapang karbohidrat karbon katabolisme katabolisme karbohidrat katak katenasi Keanekaragaman Hayati kehidupan kelainan kelas Ascomycotina kelas XII IPA kemosintesis kerajaan hewan khas indonesia kimia kimiawi kindom plantae Kingdom Animalia kingdom Protista klasifikasi komponen konidia konidiofor konsep belajar konsep evolusi konvensional kromosom kulat kuliah kulit Kurikulum laki-laki lammark lammarkisme Lembar Kegiatan Siswa limbah lingkungan LKS lumut lupa macam macam mutasi mahluk hidup makanan manfaat mereviev manusia master of glands masyarakat materi kls X/1 materi kls X/2 Materi kls XI / 2 materi kls XII / 2 materi klsXII/1 meiosis mekanisme mekanisme evolusi membran memperbaiki nasib menstruasi Metabolisme metabolisme lemak metabolisme protein mikroba mitosis Model DNA monera monosomik Motivasi mudah murah mutagen Mutasi mutu sekolah nasib diri nematelminthes Neurospora ngantuk nullisomik Nutfah O2 Opini/pendapat organ otak ovum paru-paru pembelahan sel pembelajaran pencernaan Pencernaan makanan pada hewan pengelompokkan pengertian Penicillium penis penyakit peranan peranan monera peranan virus Perbedaan antara Fotosintesis dg Kemosintesis perbedaan DNA-RNA perbedaan fermentasi asam laktat dengan fermentasi alkohol perkembangbiakan tumbuhan pernapasan persilangan dihibrid Persilangan Monohibrid pertumbuhan Pertumbuhan Perkembangan Tumbuhan Pertumbuhan Tumbuhan pewarisan sifat piramida planaria Plantae Plantae/Tumbuhan Plasma platyhelminthes poliploidi porifera preformasi prinsip produk prokariot Proses dan Enzim yang Berperan. protista protista mirip hewan protista mirip tumbuhan protozoa pteridophyta raja singa rantai makanan reaksi blackman reaksi gelap reaksi Hill reaksi terang rencana penelitian rencana percobaan Replikasi DNA reproduksi reproduksi generatif reproduksi manusia reproduksi tumbuhan reptilia respirasi respirasi aerob respirasi anaerob RNA Ruang Lingkup Biologi sains sake sampah sel senyawa anorganik senyawa organik senyawa penyusun sifilis siklus calvin sintesis sistem sistem ekskresi sistem endokrin sistem hormon sistem koordinasi sistem regulasi Sistem Reproduksi sistem respirasi sistem saraf sistem saraf pusat sistem transportasi Sistem Transportasi pada Avertebrata sistem urinaria SKL soal-soal sperma spermatogenesis pd hewan spermatophyta spermatozoa spons Standar Kompetensi Lulusan struktur struktur DNA struktur membran sel struktur RNA sumsum tulang belakang teknologi teori Teori Asal Usul Kehidupan teori darah teori darwin teori epigenesis teori evolusi Teori Evolusi Darwin teori heackel teori pangenesis testis tetraploidi tetrasomik translokasi transportasi sel Trichoderma triploidi trisomik Tumbuhan tumbuhan berbiji tumbuhan lumut tumbuhan paku Tuntunan Agama ujian nasional UN UN 2011 unsur unsur makro unsur mikro Virus wanita zat tumbuh