Spermatogenesis pada Hewan

Pada postingan kali ini, pelajaran biologi sma akan menyajikan materi tentang " Spermatogenesis pada Hewan".

Spermatogenesis merupakan proses pembentukan gamet ( gametogenesis ) yang berlangsung di dalam organ reproduksi hewan jantan yang bernama testis.
Dari proses ini, satu sel induk sperma ( spermatogonium yang bersifat diploid ( 2n ) ) akan menghasilkan 4 sel spermatozoa / sperma yang masing-masing bersifat haploid ( n ) yang siap membuahi sel telur ( ovum ). .
Bagaimana proses terbentuknya 4 buah sperma dari satu sel induk sperma ?

Prosesnya dimulai ketika di dalam bagian testis bernama tubulus seminiferus, sel-sel primordium ( diploid / 2n ) membelah secara mitosis berulangkali sehingga dihasilkan sel-sel spermatogonium ( 2n ).Sel spermatogonium selanjutnya akan membelah secara meiosis. Pada meiosis I setiap satu sel spermatogonium membentuk satu  spermatosit primer ( 2n ) yang selanjutnya akan membelah menjadi dua spermatosid sekunder ( n ). Pada meiosis II, setiap spermatosid sekunder membelah menjadi dua spermatid ( n ), setelah itu masing-masing spermatid akan tumbuh menjadi sel spermatozoa ( sperma haploid / n  ).
Untuk lebih jelasnya, perhatikan bagan spermatogenesis berikut ini !


Dimisalkan, sel induk sperma / spermatogonium memiliki dua pasang kromosom ( 4 buah kromosom ). Pada akhir spermatogenesis, dari 1 buah sel induk sperma ( diploid ) dengan jumlah kromosom 4 buah / 2 pasang akan terbentuk 4 buah spermatozoa haploid ( jumlah kromosom 2 buah ).

Demikian pelajaran biologi smakali ini. Bila ada pertanyaan , usulan , masukan, koreksi. Silahkan tuliskan di kolom komentar di bawah ini.
Terimakasih.

Tahap-tahap Pembelahan Sel- MITOSIS


Pada pelajaran Biologi di SMP tentu anda masih ingat bahwa sebuah sel memiliki kemampuan berkembang biak, baik sel yang ada pada organisme bersel satu ( monoseluler ) maupun sel-sel yang ada pada organisme bersel banyak ( multiseluler ).
Ya, cara sel berkembang biak terbilang unik, karena mereka berkembang biak dengan cara membagi seluruh bagian sel menjadi dua bagian yang sama persis atau hamper sama.
Peristiwa demikian dikenal dengan sebutan pembelahan sel. Secara garis besarnya, pembelahan sel dibedakan menjadi dua yaitu : pembelahan sel secara langsung dan pembelahan sel secara tidak langsung. Pembelahan sel secara tidak langsung berlangsung secara bertahap , meliputi mitosis dan meiosis.
Adapun tahap-tahap pembelahan sel secara mitosis adalah sebagai berikut :
Seperti dijelaskan dalam tabel berikit ini.
Tabel. Tahap-tahap dalam Mitosis dan ciri utama
Tahapan / Fase
Cirri-ciri utama
 gambaran
Profase
·      Kedua sentriol memisah bergerak kea rah kutub yg berlawanan
·      Munculnya benang gelendong / benang spindle dari masing-masing sentriol
·      Benang kromatin menebal memendek menjadi kromosom
·      Nucleolus / anak inti menghilang

Prometafase
·      Sentriol telah mencapai masing-masing kutub sel yang berlawanan terhubung benang spindel
·      Membrane inti pecah dan menghilang
·      Kromosom tersebar di tengah sel

Metaphase
·      Kromosom berada di bidang ekuator  / bidang metafase







Anaphase
·      Kromosom bergerak menuju ke arah kutub-kutub yang berlawanan







Telofase
·      Kromatid sampai pd kutub-kutub sel
·      Benang gelendong menghilang
·      Kromatid memudar menjadi benang-benang kromatin
·      Selaput inti terbentuk kembali
·      Nukleolus mulai terlihat
·      Pada bidang ekuator terjadi lekukan membentuk sekat pemisah
·      Terbentuk dua sel anak yang identik

Dua sel anak yang terbentuk selanjutnya memasuki masa Interfase, di mana pada fase ini sel-sel mengalami pertumbuhan ( fase G1 ), kemudian melakukan sintesis senyawa seperti protein, asam nukleat termasuk duplikasi DNA ( fase S ) , pembentukan kromosom dan benag-benang gelendong ( fase G2 ). Setelah itu akan memasuki profase dari mitosis.
Apakah interfase termasuk dalam tahapan mitosis ? pikirkan jawabannya !
Organ Reproduksi pada Wanita

Organ Reproduksi pada Wanita

            Organ-organ kelamin wanita akan membentuk system reproduksi wanita atau system kelamin wanita.  Secara garis besar, organ kelamin wanita terdiri atas organ luar dan organ dalam. Organ kelamin luar wanita memiliki 2 fungsi, yaitu :
1. berfungsi sebagai jalan  masuk sperma ke dalam tubuh wanita  , dan jalan keluar bagi janin saat persalinan
2. pelindung organ kelamin dalam dari berbagai organisme penyebab infeksi.
Sedangkan organ kelamin dalam berperan dalam : menfasilitasi terjadinya pembuahan / fertilisasi dan implantasi janin setelah fertilisasi. Berikut ini adalah organ-organ yang menyusun sistem reproduksi wanita.
a. Organ Kelamin Luar meliputi :
i.
Labium mayor , yang terdiri dari kelenjar keringat dan kelenjar sebasea (penghasil minyak). setelah menginjak masa puber, labium mayor akan ditumbuhi rambut.
ii.
Labium minor , terletak tepat di sebelah dalam dari labium mayor mengelilingi lubang vagina dan uretra. Jika ada rangsangan,dari saluran kecil di samping introitus akan keluar cairan ( lender ) yang dihasilkan oleh   kelenjar Bartolin
iii.
Uretra , terletak di depan vagina dan merupakan lubang tempat keluarnya air kemih dari kandung kemih
iv.
Klitoris, Labium minora kiri dan kanan bertemu di depan dan membentuk klitoris,
 yang merupakan penonjolan kecil yang sangat peka / sensitive terhadap rangsangan.
v.
Perineum,Labium mayor kiri dan kanan bertemu di bagian belakang membentuk perineum, yang merupakan suatu jaringan fibromuskuler diantara vagina dan anus.
vi.
Himen (selaput Dara),Lubang vagina dikeliling oleh himen (selaput dara). Kekuatan himen pada setiap wanita bervariasi, karena itu pada saat pertama kali melakukan hubungan seksual, himen bisa robek atau bisa juga tidak.
 

b. Organ kelamin dalam
                Beberapa bagian dari alat reprduksi wanita yang merupakan organ dalam ( terletak di bagian dalam tubuh ) antara lain :
i.
Vagina / liang peranakan / liang senggama. Dalam  keadaan normal, dinding vagina bagian depan dan belakang saling bersentuhan sehingga tidak ada ruang di dalam vagina kecuali jika vagina terbuka ( misalnya selama pemeriksaan atau selama melakukan hubungan seksual). Pada wanita dewasa, rongga vagina memiliki panjang sekitar 7,6-10 cm.  Organ ini terutama berfungsi dalam konsepsi dan merupakan jalan lahir bagi bayi secara normal.
ii.
Rahim,  merupakan suatu organ yang berbentuk seperti buah pir dan terletak di puncak vagina. Rahim terletak di belakang kandung kemih dan di depan rektum (anus),  Rahim terbagi menjadi 2 bagian, yaitu serviks dan korpus (badan rahim). Selama masa reproduktif, panjang korpus adalah 2 kali panjang serviks. Korpus bisa melebar untuk menyimpan janin. Selama proses persalinan, dinding ototnya mengkerut sehingga bayi terdorong keluar melalui serviks dan vagina. Sebuah saluran yang melalui serviks memungkinkan spema masuk ke dalam rahim dan darah menstruasi keluar. Seviks biasanya merupakan penghalang yang baik bagi bakteri, kecuali selama masa menstruasi dan selama masa ovulasi (pelepasan sel telur). Saluran di dalam serviks sempit, bahkan terlalu sempit sehingga selama kehamilan janin tidak dapat melewatinya. Tetapi pada proses persalinan saluran ini akan meregang sehingga  bayi bisa melewatinya.Lapisan dalam dari korpus disebut endometrium. Setiap bulan setelah siklus menstruasi,endometrium akan menebal. tidak terjadi kehamilan, maka endometrium akan dilepaskan dan terjadilah perdarahan. Ini yang disebut dengan siklus menstruasi.
iii.
Ovarium / indung telur. Merupakan kelenjar kelamin yang berjumlah 1 pasang. Satu di sebelah kanan dan satunya lagi disebelah kiri. Kedua ovarium berfungsi memproduksi sel telur ( ovum )  dan mengeluarkan hormon steroid dan peptida seperti estrogen dan progesteron. Kedua hormon ini penting dalam proses pubertas wanita dan ciri-ciri seks sekunder. Estrogen dan progesteron berperan dalam persiapan dinding rahim untuk implantasi telur yang telah dibuahi. Selain itu juga berperan dalam memberikan sinyal kepada hipotalamus dan pituitari dalam mengatur siklus menstruasi.

sumber :
1.      Artikel & Gambar. http://www. id.wikipedia.org
2.      Artikel dan gambar.http://www. farmasiku.com
3.      Rumanta. ( 2009 ), Perkembangan Hewan, Jakarta, Universitas Terbuka


Organ reproduksi Laki-laki.

Organ reproduksi Laki-laki.


Untuk dapat melaksanakan fungsi reproduksi secara seksual sehingga dihasilkan individu baru, setiap individu organisme baik jantan maupun betina dilengkapi dengan organ-organ reproduksi yang memiliki struktur dan fungsi tersendiri.
           Organ reproduksi laki-laki akan membentuk sistem reproduksi laki-laki  atau sistem kelamin laki-laki terdiri dari sejumlah organ seks yang merupakan bagian dari proses reproduksi manusia. Pada laki-laki, organ-organ reproduksi ini terletak di luar tubuh manusia, sekitar wilayah panggul .
Organ utama pada laki-laki adalah penis dan testis yang merupakan alat kopulasi dan memproduksi air mani dan sperma. Berikut rincian dari Organ Reproduksi Laki-laki:
  1. Penis, berfungsi sebagai alat senggama dan sebagai saluran untuk menyalurkan sperma dan air seni.
  2. Glans, adalah bagian depan atau kepala penis. Glans banyak mengandung pembuluh darah dan syaraf.
  3. Foreskin (preputium), adalah kulit yang  menutupi bagian glans. Sunat adalah suatu kebiasaan di beberapa negara. Sunat dianjurkan karena memudahkan membersihan penis sehingga mengurangi kemungkinan terkena infeksi.
  4. Kandung Kencing, adalah tempat penampungan sementara air yang berasal dari ginjal (air seni).
  5. Uretra (saluran kencing), yaitu saluran untuk mengeluarkan air seni dan air mani.
  6. Kelenjar Prostat, yaitu kelenjar yang menghasilkan cairan yang berisi zat makanan untuk menghidupi sperma.
  7. Vesikula Seminalis, fungsinya adalah menampung sperma yang telah matang.
  8. Vas Deferens (saluran sperma), yaitu saluran yang menyalurkan sperma dari testis menuju vesicle seminalis. Panjang Vas deferens sekitar 45 cm dengan diameter sekitar 2,5 mm.
  9. Epidydimis, yaitu saluran-saluran yang lebih besar dan berkelok-kelok yang membentuk bangunan seperti topi. Sperma yang dihasilkan oleh oleh saluran-saluran testis yang kecil akan berkumpul di Epidydimis.
  10. Testis (pelir), berjumlah dua buah untuk mereproduksi sperma setiap hari dengan bantuan testosteron. Testis berada di luar tubuh karena pertumbuhan sperma membutuhkan suhu yang lebih rendah daripada suhu tubuh.
Scrotum, adalah kantung kulit yang melindungi testis, berwarna gelap dan berlipat-lipat. Scrotumadalah tempat bergantungnya testis. Scrotum mengandung otot-otot polos yang mengatur jarak jauh testis ke dinding perut dengan maksud mengatur suhu testis agar relatif tetap.
Bagan Replikasi DNA

Bagan Replikasi DNA

Pada postingan sebelumnya di blog Pelajaran Biologi SMA telah saya postingkan mengenai replikasi DNA secara deskriptif. Dalam postingan tersebut ada komentar dari seorang pengunjung yang masih merasa bingung dengan  bagaimana proses replikasi DNA berlangsung sehingga terbentuk dua DNA baru yang identik .
Postingan kali ini sebenarnya merupakan penjelasan tambahan yang mudah-mudahan bisa memperjelas para pembaca  Penjelasan saya berikan dalam bentuk gambar bagan dengan urut-urutan sebagai berikut :

Pertama, 
Sebuah rantai ganda molekul DNA, sebelum melakukan replikasi dengan urutan basa nitrogen pada rantai sense DNA : GCT-ACC-AAA-GGC-TTT-GCG dan urutan basa nitrogen pada rantai komplemennya / rantai DNA antisense : CGA-TGG-TTT-CCG-AAA-CGC

Rantai sense DNA

G

C

T

A

C

C

A

A

A

G

G

C

T

T

T

G

C

G
C

G
A
T
G
G
T
T
T
C
C
G
A
A
A
C
G
C
Rantai anti sense DNA

Kedua,
Rantai sense DNA dan rantai anti sense DNA saling memisahkan diri satu sama lainnya, dengan adanya enzim helikase menjadi dua rantai tunggal.

Rantai sense DNA

G

C

T

A

C

C

A

A

A

G

G

C

T

T

T

G

C

G


C

G
A
T
G
G
T
T
T
C
C
G
A
A
A
C
G
C
Rantai anti sense DNA


Ketiga, 
Rantai sense DNA mendapatkan pasangan rantai anti sense DNA baru

Rantai sense DNA

G

C

T

A

C

C

A

A

A

G

G

C

T

T

T

G

C

G
C

G
A
T
G
G
T
T
T
C
C
G
A
A
A
C
G
C
Rantai anti sense DNA baru

Rantai sense DNA baru

G

C

T

A

C

C

A

A

A

G

G

C

T

T

T

G

C

G
C

G
A
T
G
G
T
T
T
C
C
G
A
A
A
C
G
C
Rantai anti sense DNA

4. Terbentuk 2 ( dua ) rantai molekul DNA yang identik
Replikasi DNA, Proses dan Enzim yang Berperan.

Replikasi DNA, Proses dan Enzim yang Berperan.

Dalam pelajaran Biologi sebelumnya, tentu anda masih ingat bahwa DNA ( Deoxiribonucleid Acids ) merupakan rantai polinukleotida ganda yang sangat panjang dan disebut double helix / heliks ganda. Di sepanjang rantai polinukleotida tersebut berjajar basa-basa nitrogen baik dari jenis purin ( Guanin, Adenin ) maupun pirimidin ( Sitosin, Timin ).
Salah satu kemampuan yang dimiliki oleh DNA adalah kemampuan melakukan replikasi.
Apa replikasi itu ? Bagaimana DNA melakukan replikasi ?
Apa yang dimaksud dengan replikasi ?
Replikasi dapat didefiniskan sebagai kemampuan molekul DNA untuk membentuk DNA-DNA baru yang sama persis dengan DNA asal ( ingat kembali Replikasi Virus ).
Replikasi , dalam prosesnya melibatkan beberapa enzim, antara lain :
  • Helikase, yang berfungsi mempermudah membukanya rantai ganda DNA menjadi 2 rantai tunggal yang terpisah
  • Polymerase, yang berfungsi menggabungkan deoksiribonukleosida trifosfat.
  • Ligase, yang berfungsi menyambung bagian rantai tunggal DNA yang baru terbentuk.
 Bagaimana proses replikasi berlangsung ?
Adalah Taylor ( 1957 ) seorang ahli yang pertama kali meneliti tentang peristiwa replikasi DNA dengan menggunakan nitrogen radioaktif N15 yang dilabelkan dalam timidin ( senyawa  antara timin dan deoksiribosa ). Di dukung oleh penelitian dari Matthew dan Franklin Stahl ( 1958 ) menggunakan nitrogen radiokatif N15O3pada bacteri E.coli.

Mengenai bagaimana proses replikasi berlangsung, dikenal ada 3 hipotesis, yaitu:
Hipotesis pertama,
Hipotesis depresif. Menurut hipotesis ini, replikasi terjadi dengan cara double helix yang lama terputus-putus / terpotong-potong. Kemudian potongan-potongan tersebut memisah dan membentuk potongan-potongan baru yang akan bersambungan dengan potongan-potongan lama, sehingga kembali menjadi dua DNA baru yang sama persis

Hipotesis kedua,
Hipotesis konservatif. Menurut hipotesis ini replikasi terjadi dengan cara  double helix yang lama tetap / tidak berubah, dan langsung membentuk double helix yang baru

Hipotesis ketiga,
Hipotesis semi konservatif. Menurut hipotesis ini replikasi terjadi dengan cara dua rantai double helix memisahkan diri, kemudian masing-masing pisahan membentuk / berikatan dengan pita baru yang sama persis dengan pasangan lama sehingga terbentuklah dua double helix yang baru yang sama persis / identik.


Disarikan dari :
-Pratiwi D.A , dkk. ( 2007 ), Biologi untuk SMA kelas XII, Jakarta, Penerbit Erlangga..
Perbedaan Antara Fotosintesis dg Kemosintesis

Perbedaan Antara Fotosintesis dg Kemosintesis

Seperti Anda ketahui dalam postingan di pelajaran Biologi SMA sebelumnya , proses anabolisme ( sintesis ) berdasarkan sumber energinya dibedakan menjadi fotosintesis dan kemosintesis. 
Fotosintesis menggunakan energi cahaya ( matahari ) sebagai sumber energi utama. Kemosintesis menggunakan energi yang diperoleh dari oksidasi terhadap senyawa organik tertentu ( nitrat, belerang oksida , dll ) oleh organisme / mikroorganisme kemosintetik seperti bacteri belerang, bacteri nitrat dll.
Meskipun keduanya merupakan peristiwa anabolisme atau sintesis, bila kita kaji lebih jauh ternyata keduanya memiliki beberapa perbedaan selain perbedaan dalam hal sumber energi yang digunakan.
Beberapa perbedaan antara Fotosintesis dengan kemosintesis secara lebih lengkap dijelaskan dalam tabel berikut ini .

Tabel Perbedaan antara fotosintesis dengan kemosintesis

NO

DILIHAT DARI

FOTOSINTESIS

KEMOSINTESIS
1.
Senyawa yang terlibat
CO2, H2O
Senyawa organic, O2, CO2, H2O
2.
Tempat berlangsung
Kloroplas
Pigmen semacam klorofil
3.
Sumber energi
Cahaya / cahaya matahari
Senyawa organic yg dioksidasi
4.
Pelaku
Tumbuhan
Mikroorganisme kemosintetik
5.
Hasilnya
Karbohidrat sederhana
Karbohidrat sederhana

Label

abiotik abitik aflatoksin alga AlQur'an amphibi anabolisme anaerob angka kelulusan archaeobacteria arthropoda Asal usul asal-usul kehidupan askogonium askospora Aspergillus avertebrata bab ekologi bacteria Beberapa Teori Hukum Pewarisan Sifat belajar aktif biodiversitas biologi umum BIOLOGI X BIOLOGI X. mollusca BIOLOGI XI BIOLOGI XII Biometri bioteknologi bioteknologi konvensional bioteknologi modern biotik bryophyta bukti evolusi bukti ilmiah bukti-bukti burung cacing gilig cacing pipih cacing tanah cara agar cara biologi dipelajari cara pengeluaran cairan tubuh Cara Sukses Belajar ciiri-ciri Ciri - Ciri ciri-ciri ciri-ciri enzim ciri-ciri fungi ciri-ciri jamur ciri-ciri virus cnidaria CO2 coelenterata contoh dampak negatif dampak positif Darwin dasar daur biogeokimia daur hidup defisiensi delesi DNA dunia hewan duplikasi efek rumah kaca efek rumah kits ejakulasi dini ekologi ekosistem ekskresi enzim eubacteria evolusi fakta-fakta fermentasi fermentasi alkohol fermentasi asam laktat flora fauna fosfolipid fotosintesis fungi FUNGI/JAMUR fungsi Fusarium ganggang gangguan gastrointestinal gen genetik Genetika ginjal glikolipid Glikolisis gonorrhoe greenhouse effect gula hereditas hewan berongga hewan dan manusia hipofisis hk.Hardy-Weinberg hk.Mendel II ho t hokum Mendel hormon hukum hukum Mendel I hukum Mendel II hydra impotensi insecta inversi parasentrik inversi perisentrik Invertebrata jasa jenis jenis-jenis kanker kapang karbohidrat karbon katabolisme katabolisme karbohidrat katak katenasi Keanekaragaman Hayati kehidupan kelainan kelas Ascomycotina kelas XII IPA kemosintesis kerajaan hewan khas indonesia kimia kimiawi kindom plantae Kingdom Animalia kingdom Protista klasifikasi komponen konidia konidiofor konsep belajar konsep evolusi konvensional kromosom kulat kuliah kulit Kurikulum laki-laki lammark lammarkisme Lembar Kegiatan Siswa limbah lingkungan LKS lumut lupa macam macam mutasi mahluk hidup makanan manfaat mereviev manusia master of glands masyarakat materi kls X/1 materi kls X/2 Materi kls XI / 2 materi kls XII / 2 materi klsXII/1 meiosis mekanisme mekanisme evolusi membran memperbaiki nasib menstruasi Metabolisme metabolisme lemak metabolisme protein mikroba mitosis Model DNA monera monosomik Motivasi mudah murah mutagen Mutasi mutu sekolah nasib diri nematelminthes Neurospora ngantuk nullisomik Nutfah O2 Opini/pendapat organ otak ovum paru-paru pembelahan sel pembelajaran pencernaan Pencernaan makanan pada hewan pengelompokkan pengertian Penicillium penis penyakit peranan peranan monera peranan virus Perbedaan antara Fotosintesis dg Kemosintesis perbedaan DNA-RNA perbedaan fermentasi asam laktat dengan fermentasi alkohol perkembangbiakan tumbuhan pernapasan persilangan dihibrid Persilangan Monohibrid pertumbuhan Pertumbuhan Perkembangan Tumbuhan Pertumbuhan Tumbuhan pewarisan sifat piramida planaria Plantae Plantae/Tumbuhan Plasma platyhelminthes poliploidi porifera preformasi prinsip produk prokariot Proses dan Enzim yang Berperan. protista protista mirip hewan protista mirip tumbuhan protozoa pteridophyta raja singa rantai makanan reaksi blackman reaksi gelap reaksi Hill reaksi terang rencana penelitian rencana percobaan Replikasi DNA reproduksi reproduksi generatif reproduksi manusia reproduksi tumbuhan reptilia respirasi respirasi aerob respirasi anaerob RNA Ruang Lingkup Biologi sains sake sampah sel senyawa anorganik senyawa organik senyawa penyusun sifilis siklus calvin sintesis sistem sistem ekskresi sistem endokrin sistem hormon sistem koordinasi sistem regulasi Sistem Reproduksi sistem respirasi sistem saraf sistem saraf pusat sistem transportasi Sistem Transportasi pada Avertebrata sistem urinaria SKL soal-soal sperma spermatogenesis pd hewan spermatophyta spermatozoa spons Standar Kompetensi Lulusan struktur struktur DNA struktur membran sel struktur RNA sumsum tulang belakang teknologi teori Teori Asal Usul Kehidupan teori darah teori darwin teori epigenesis teori evolusi Teori Evolusi Darwin teori heackel teori pangenesis testis tetraploidi tetrasomik translokasi transportasi sel Trichoderma triploidi trisomik Tumbuhan tumbuhan berbiji tumbuhan lumut tumbuhan paku Tuntunan Agama ujian nasional UN UN 2011 unsur unsur makro unsur mikro Virus wanita zat tumbuh