Perbedaan antara DNA dengan RNA

Perbedaan antara DNA dengan RNA

DNA ( Deoxiribonucleid Acid ) atau ADN ( Asam Deoksiribunukleat ) dan RNA ( Ribonucleid Acid ) atau ARN ( Asam Ribonukleat ) merupakan suatu asam nukleat yang terdapat di dalam sel setiap mahkluk hidup. Secara sekilas , sepertinya kedua senyawa ini tidak berbeda jauh karena keduanya sama-sama terbentuk dari persenyawaan antara fosfat ( PO4 )- gula pentosa dan basa nitrogen. Tetapi jika dipelajari lebih mendalam, keduanya mempunyai banyak perbedaan.
Beberapa perbedaan penting antara DNA dengan RNA antara lain adalah sebagai berikut :
  1. Ditinjau dari tempat terdapatnya, DNA terdapat pada inti sel ( nukleus ), mitokondria, plastida dan sentriol. Sedangkan RNA terdapat dalam inti sel ( nukleus ), sitoplasma, dan ribosom.
  2. Struktur kimia molekul DNA berupa rantai ganda ( double helix ) yang sangat panjang, sedangkan RNA hanya berupa rantai tunggal dan pendek
  3. Kandungan basa nitrogen pada DNA dari basa pirimidin adalah Sitosin ( S / C ) dan Timin ( T ), sedangkan kandungan basa nitrogen dari basa pirimidin DNA adalah Sitosisn ( S / C ) dan Urasil ( U ).
  4. Gula pentosa yang terdapat pada DNA adalah gula Deoksiribosa ( ribosa yang kehilangan 1 atom oksigen ), sedangkan gula pentosa pada RNA adalah gula ribosa.
  5. Fungsi DNA sebagai pengendali jalannya sintesis protein, sedangkan fungsi RNA pelaksana dalam proses sintesis protein.
  6. Kadar DNA di dalam sel adalah selalu tetap,tidak terpengaruh oleh aktivitas sintesis protein. Sedangkan kadar RNA berubah-ubah tergantung pada aktivitas sintesis protein
Gula pentosa pada RNA ( sumber :http://t1.gstatic.com/images )

Inilah beberapa perbedaan antara DNA dengan RNA dilihat dari berbagai hal penting.
Perkembangbiakan Tumbuhan secara seksual / generatif.

Perkembangbiakan Tumbuhan secara seksual / generatif.

Gb. siklus kehidupan Angiospermae
http://t1.gstatic.com/images
Reproduksi ( perkembang biakan ) merupakan aktivitas mahkluk hidup untuk menghasilkan keturunan baru dengan tujuan untuk melestarikan jenisnya ( mempertahankan kelangsungan hidup jenisnya agar tidak punah .
Reproduksi pada mahkluk hidup dapat terjadi secara generatif ( seksual ), maksudnya adalah keturunan baru terbentuk melalui proses peleburan gamet jantan dengan gamet betina.Peristiwa peleburan gamet jantan dan gamet betina disebut fertilisasi ( pembuahan ).
Selain itu, reproduksi juga dapat terjadi secara vegetatif ( aseksual ), maksudnya, adalah keturunan baru terbentuk tanpa melalui proses peleburan gamet jantan dengan gamet betina.Keturunan baru yang terbentuk secara generatif pada umumnya memiliki sifat yang berbeda dengan kedua induknya, sedangkan keturunan baru yang terbentuk secara vegetatif pada umumnya memiliki sifat yang sama dengan induknya.

î Reproduksi generatif pada tumbuhan
Reproduksi generatif pada tumbuhan ( terutama tumbuhan berbiji / spermatophyte ) terjadi melalui proses pembuahan , yaitu peleburan serbuk sari ( gamet jantan ) dengan sel telur ( gamet betina ) yang didahului peristiwa penyerbukan / persarian, yaitu sampainya serbuk sari ke  tujuan  
( alat kelamin betina : kepala putik ( Angiospermae ), tetes penyerbukan( gymnospermae) ).                                                                                         
                                                                               
Gb. Struktur umum bunga Angiospermae ( dari : http://t0.gstatic.com/images? )
Penyerbukan pada tumbuhan dapat  terjadi dengan adanya perantara maupun tanpa adanya perantara. Berdasarkan factor yang menjadi perantaranya, penyerbukan dibedakan menjadi beberapa macam, Perhatikan table 1.1. dan 1.2. berikut ini .
Tabel 1.1. Macam penyerbukan berdasarkan factor perantaranya
MACAM PENYERBUKAN
FAKTOR
PERANTARA
CIRI ALAT REPRODUKSI/
CIRI TUMBUHAN
ANEMOGAMI
Angin
Tidak memiliki perhiasan bunga atau bermahkota kecil ; serbuk sari banyak, ringan, dengan tangkai sari panjang ;
Kepala putik besar, bunga tdk berbau
HIDROGAMI
Air
Tumbuhan hidup di air
ZOIDIOGAMI
Hewan

a. entomogami
Serangga
Mahkota bunga dg warna mencolok; bunga berbau khas; mempunyai kelenjar nectar
b. ornitogami
Burung
Bunga mempunyai kelenjar madu, mengandung air, mengandng unsure merah
c. kiropterogami
Kelelawar
Bunga mekar pada waktu malam hari,bunga berukuran besar,letak menonjol
d. malakogami
Siput
Tumbuhan sering didatangi siput,
ANTROPOGAMI
Manusia
Tumbuhan berumah dua; tidak adanya vector alami sbg perantara

Table 1.2. Macam penyerbukan berdasarkan asal serbuk sarinya
NO
MACAM PENYERBUKAN
ASAL SERBUK SARI
KETERANGAN
1.
AUTOGAMI
Dari satu bunga sama
Terjadi pada bunga biseksual ( hermaprodit )
2.
GEITONOGAMI
Dari bunga lain tetapi masih dalam satu pohon yang sama
Terjadi pada tumbuhan berumah satu ( monoesis )
3.
ALOGAMI
Dari bunga tumbuhan lain yang masih sejenis
Umumnya terjadi pada tumbuhan yang berumah dua 
( diesis )
4.
BASTAR
Dari bunga tumbuhan lain yang berbeda varietasnya
Biasanya dilakukan manusia untuk memperoleh varietas tanaman baru
Contoh Autogami ( from : http://t3.gstatic.com/images? )
Setelah terjadi penyerbukan maka beberapa saat sesudahnya akan terjadi pembuahan ( peleburan serbuk sari dengan sel telur ). Pada tumbuhan berbiji pembuahan dibedakanmenjadi dua,Yaitu :
1.       Pembuahan ganda.
Terjadi pada tumbuhan berbiji tertutup ( Angiospermae ). Dinamakan pembuahan ganda karena  ada dua inti sperma ( gamet jantan ) yang melebur. Yaitu inti sperma I melebur dengan sel telur membentuk zigot dan inti sperma II melebur dengan inti kandung lembaga sekunder membentuk endosperma ( keping biji ) sebagai cadangan makanan.
Mekanisme pembuahan ganda :
Inti serbuk sari setelah sampai di kepala putik akan membelah menjadi 2 yaitu inti vegetatif dan inti generatif yang kemudian membelah menjadi inti sperma I dan inti sperma II, sedang inti vegetatif akhirnya mati.
Di dalam bakal biji, sel nuselus membelah menjadi 4 sel, 3 diantaranya mati sedang  1 sel yang hidup membelah menjadi dua sel. Satu sel menuju kalaza, satu lagi menuju mikrofil, dan masing-masing membelah 2 kali berturut-turut sehingga terbentuk 8 inti.
Di kalaza, 3 sel menempatkan diri pada dinding kalaza disebut antipoda, dan 1 sel menuju ke tengah. Di mikrofil 3 inti menempel dekat mikrofil, yang tengah menjadi sel telur ( ovum ), sedang
Dua di kanan dan kiri disebut sinergid.
yang satu menuju ke tengah bergabung dengan 1 sel yang berasal dari kalaza membentuk sel kandung lembaga sekunder.
2.       Pembuahan tunggal
Pembuahan ini terjadi pada tumbuhan berbiji tertutup ( Gymnospermae ), dikatakan pembuahan tunggal karena hanya ada 1 sel sperma yang membuahi satu sel telur membentuk zigot




Pembuahan Tunggal 
( pd Gymnospermae )
Apa perbedaan antara pembuahan tunggal dengan pembuahan ganda ?
Pembuahan Ganda 
( pada Angiospermae )

Struktur Molekul DNA dan RNA

Struktur Molekul DNA dan RNA

Melalui penelitian lebih lanjut, diketahui bahwa asam nukleat tersusun atas nukleotida-nukleotida sehingga senyawa ini merupakan suatu polinukleotida. Sebuah nukleotida terdiri atas nukleosida dan fosfat 
( PO-4 ). Sedang nukleosida terdiri  dari sebuah gula pentosa dan sebuah basa nitrogen ( basa N ) berupa purin atau pirimidin.
DNA ( deoxyribonucleic Acid ) atau Asam Deoksiribonukleat ( ADN )  merupakan molekul kompleks yang dibentuk oleh 3 macam molekul, yaitu : gula pentosa ( berupa gula Deoksirobosa ), fosfat (PO-4  ) dan basa nitrogen terdiri dari : basa purin : guanine ( G ) atau adenine ( A ) dan basa pirimidin : timin ( T ) atau sitosin ( S ).
James Watson dan Francis Crick, mengemukakan suatu model DNA yang terkenal dengan nama doble helix ( tangga tali terpilin ganda ) sangat panjang, dimana gula dan fosfat sebagai induk ( ibu tangga ) dan basa nitrogen dengan pasangan tetapnya sebagai anak tangga. Guanin ( G ) dengan sitosin ( C ) dihubungkan oleh ikatan lemah 3 atom H ( hydrogen ). Timin ( T ) dengan Adenin ( A ) dihubungkan oleh ikatan lemah 2 atom H.

Sebagai penentu hereditas DNA mempunyai kemampuan membentuk DNA baru yang sama persis dengan DNA asal. Kemampuan seperti ini disebut replikasi. Selain itu DNA juga memiliki kemampuan membentuk molekul kimia lainnya, seperti protein melalui sintesis protein.
            Struktur kimia RNA ( Ribonucleic  Acid ) seperti halnya DNA, yaitu tersusun atas polinukleotida yang terdiri atas asam nukleat. Di mana asam nukleat merupakan bentuk polimerisasi dari gula pentosa, basa Nitrogen dan fosfat. Rantai polinukleotida RNA bersifat tunggal dan pendek. Gula pentosanya berupa ribose dan tidak mempunyai basa nitrogen timin, melainkan urasil.
 Menurut peranan dan tempat terdapatnya, ada beberapa macam RNA, antara lain :
  1. RNA duta, disebut juga mRNA ( messenger RNA ) dibentuk DNA di dalam nucleus, berperan membawa kode genetika dari DNA.
  2. RNA ribosom, disebut juga rRNA ( ribosome RNA ) dibentuk oleh DNA, banyak terdapat di dalam ribosom, berperan dalam menerima kode genetic yang dibawa RNA duta
  3. RNA transfer , disebut juga  tRNA dibentuk oleh DNA, berada di dalam sitoplasma, berperan mengikat asam amino
sumber :
http://t2.gstatic.com/images?
Ciri-ciri Umum, dan Cara Reproduksi VIRUS

Ciri-ciri Umum, dan Cara Reproduksi VIRUS

Antara tahun-tahun 2008-2010 dunia dihebohkan oleh wabah flu Burung yang menyebabkan matinya ribuan unggas peliharaan manusia bahkan sempat merenggut nyawa beberapa warga di bumi terutama di wilayah Asia termasuk Indonesia. Belakangan diketahui bahwa penyebab kematian tersebut adalah "mahkluk" bernama VIRUS. 

Apa sebenarnya virus itu ? Bagaimana ciri-ciri virus itu ? bagaimana cara dia berkembang biak ?

Kata Virus sendiri berasal dari bahasa Latin yaitu " virion " yang terjemahan Indonesianya adalah "racun". Adalah Adolf Meyer yang disebut-sebut sebagai manusia pertama yang menemukan virus di tahun 1883 setelah melakukan penelitian pada daun tanaman tembakau yang berbintik-bintik kuning..Setelah penemuan Meyer tersebut, ilmuwan-ilmuwan lainnya ikut meneliti kebaradaan virus. Sebut saja ada Dimitri Ivanowsky ( 1892 ), M.Beyerinck ( 1897 ), Wendell Stanley ( 1935 ) dan beberapa ilmuwan lainnya.
Lalu...Ciri-ciri apa yang dipakai untuk mengenali mahkluk bernama virus ini ?
Secara garis besarnya, virus memiliki ciri-ciri seperti berikut ini :
  • Ukuran tubuhnya sangat kecil sekali atau disebut ultra mikroskopik karena hanya dapat diamati dengan menggunakan mikroskup elektron.Diperkirakan memiliki ukuran diameter antara 17 nanometer hingga 1000 nanometer.
  • Tubuh nya tersusun atas 2 bagian utama, yaitu : bagian kapsid yang terbentuk dari senyawa protein dan bagian isi yang berupa asam nukleat yang dapat berupa DNA atau RNA.
  • Selain dua bagian tersebut, tidak ditemukan adanya organel-organel seperti layaknya sebuah sel mahkluk hidup yang memiliki berbagai organel sel seperti : mitokondria, ribosom, retikulum endoplasma, lisosom, badan golgi, kloroplas dll. ( dikatakan virus tidak berupa sel )
  • Reproduksi dilakukan dengan cara replikasi di dalam sel atau jaringan hidup.

 Gambar beberapa bentuk dan struktur virus :

Bagaimana virus melakukan reproduksi ?
Virus berkembangbiak atau memperbanyak "dirinya" dengan cara DNA atau RNA nya melakukan replikasi atau penggandaan . Pada prinsipnya, reproduksi virus terjadi melalui dua daur yaitu daur Litik dan daur Lisogenik.
Berikut akan diuraikan secara singkat tahapan-tahapan dari masing-masing daur tersebut.

Daur Litik
Ciri khas dari daur ini adalah, ketika virus telah berhasil melakukan replikasi dan membentuk "anak-anak" virus. Maka "anak-anak" tersebut akan keluar dari sel inang dengan cara menghancurkan ( melisiskan ) dinding sel dan atau membran sel dari sel inangnya. Adapun tahapan-tahapan pokoknya adalah sbb :
  1. Adsorbsi, tubuh virus melekat pada dinding sel/membran sel inang
  2. Penetrasi atau injeksi, DNA / RNA virus dimasukkan ke dalam sitoplasma sel inang
  3. Eklifase, di dalam sel inang DNA/RNA virus akan mengambilalih fungsi DNA sel inang yang selanjutnya DNA?RNA virus melakukan replikasi asam nukleat dan melakukan sintesis protein
  4. Pembentukan / perakitan, DNA /RNA hasil replikasi dan protein hasil sintesis dirakit menjadi virus-virus baru.
  5. Lisis, setelah "dewasa" virus-virus tersebut keluar dari dalam sel inang dengan cara menghancurkan / melisiskan dinding sel dan atau membran sel inang ( sehingga sel inang hancur / rusak ). Setelah itu viru-virus baru tersebut akan "mencari" sel-sel lainnya yang masih hidup sebagai inang untuk melakukan reproduksi berikutnya.
Daur Lisogenik
Ciri khas daur ini adalah terbentuknya Profage, yaitu gabungan antara DNA sel inang dengan DNA virus. Tahap-tahap daur lisogenik adalah sebagai berikut :
  1. Adsorbsi, tubuh virus melekat pada dinding sel/membran sel inang
  2. Penetrasi atau injeksi, DNA / RNA virus dimasukkan ke dalam sitoplasma sel inang
  3. Penyisipan atau penggabungan, dimana DNA virus akan menyisip / bergabung dengan DNA sel inang membentuk profage
  4. Pembelahan, ketika sel inang berkembang biak dengan cara membelah diri maka secara otomatis DNA virus yang telah bergabung dengan DNA sel inang akan ikut mengalami replikasi ketika DNA sel inang melakukan replikasi. Pada tahapan ini akan terbentuk profage-profage baru.
  5. Secara alami atau pada keadaan-keadaan tertentu DNA virus dapat melepaskan diri dari Profage kemudian keluar dari sel inang untuk mendapatkan sel inang lainnya. Atau dapat juga DNA virus tersebut tetap berada dalam profage.
Perhatikan gambar di bawah ini :

  Apa perbedaan kedua daur tersebut ?
sumber :
- http://t0.gstatic.com

Cara Mencari Keturunan F1 sampai F2 pada Persilangan Dihibrid ( hukum Mendel 2 )

Cara Mencari Keturunan F1 sampai F2 pada Persilangan Dihibrid ( hukum Mendel 2 )

Persilangan menurut Hukum Mendel II.

Jika disilangkan antara tanaman berbiji bulat kuning dengan tanaman berbiji kisut hijau, maka keturunan F1 dan F2 -nya dapat dijelaskan seperti berikut ini.


Parental ( P1 ) :
BbYy
( bulat kuning )
X
bbyy
( kisut hijau )


Gamet :
BY, By, bY, by

by

F1 ( keturunan Pertama ) :


BY
By
bY
by
by
BbYy
Bulat kuning
Bbyy
Bulat hijau
bbYy
kisut kuning
bbyy
Kisut hijau


F2 ( keturunan kedua ) :
Diperoleh dengan menyilangkan sesama F1

Yaitu :
  • 1. BbYy X BbYy, 2. BbYy X Bbyy, 3. BbYy X bbYy, 4. BbYy X bbyy
  • 5. Bbyy X Bbyy, 6. Bbyy X bbYy , 7. Bbyy X bbyy
  • 8. bbYy X bbYy, 9. bbYy X bbyy
  • 10. bbyy X bbyy
Gunakan bagan punnet seperti  waktu mencari keturunan F1, untuk mempermudah Anda dalam mencari keturunan kedua 
( F2 –nya )
Contoh : 1. Persilangan antara BbYy dengan BbYy


BY
By
bY
by
BY
BBYY
Bulat kuning
BBYy
Bulat kuning
BbYY
Bulat kuning
BbYy
Bulat kuning
By
BBYy
Bulat kuning
BByy
Bulat hijau
BbYy
Bulat kuning
Bbyy
Bulat hijau
bY
BbYY
Bulat kuning
BbYy
Bulat kuning
bbYY
kisut kuning
bbYy
kisut kuning
by
BbYy
Bulat kuning
Bbyy
Bulat hijau
bbYy
kisut kuning
Bbyy
Kisut hijau

Perbandingan / rasio fenotip F2 dari persilangan tersebut adalah : bulat kuning : bulat hijau : kisut kuning : kisut hijau =    9 : 3 : 3 : 1

Lanjutkan seperti contoh di atas untuk persilangan-persilangan berikutnya ( 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10 )






Peranan VIRUS dalam Kehidupan

Peranan VIRUS dalam Kehidupan

Keberadaan virus di bumi akhir-akhir ini sangat menyita perhatian, pikiran waktu bagi hampir semua kalangan manusia. Sebut saja , mulai dari para pemimpin dunia, para ilmuwan, pemimpin lokal sampai bahkan rakyat kecil. Bagaimana tidak ? karena "sepak terjang" sosok mahkluk ciptaan Tuhan ini yang sangat menghebohkan. Mulai dari cacar ( yang paling kuno ) hingga flu burung / avian influenza ( yang terkini, saat saya tulis ini ). 
Namun demikian, apakah benar bahwa sosok virus ini hanya menimbulkan kerugian dan kengerian manusia ?
Jawabannya tentu tidak , sebab beberapa pakar biologi terutama dalam bidang rekayasa genetika justru banyak "terbantu" oleh keberadaan Virus. Beberapa Virus yang dimanfaatkan dalam bidang tersebut antara lain :
  • Virus digunakan untuk memproduksi interveron, yakni sejenis senyawa yang dapat dimanfaatkan untuk mencegah replikasi virus di dalam sel inang ( hospes )
  • Profage dapat dimanfaatkan untuk mengubah fenotip bacteri sehingga menjadi bermanfaat dalam dunia kedokteran / medis
  • Virus digunakan untuk pembuatan vaksin berbagai jenis mikroba penyebab penyakit. Seperti vaksin sabin dan Salk untuk mencegah penyakit polio, vaksin Pasteur untuk mencegah penyakit rabies dll.
Kedepan, tentu akan banyak lagi temuan-temuan para ahli yang berkaitan dengan manfaat / kegunaan virus bagi kehidupan
Memang tidak bisa kita ingkari kalau kebanyakan virus yang ada di bumi ini menyebabkan kerugian dalam kehidupan kita. Terutama disebabkan oleh "kemampuan" virus menyebabkan berbagai macam penyakit baik pada manusia, hewan maupun tumbuhan yang dibudidayakan manusia.
Dalam dunia pertanian misalnya,  ada beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti :
  • Mosaik ( bercak kuning )  pada daun tembakau yang menghambat pertumbuhan tanaman tembakau. Virus penyebabnya dikenal dengan sebutan Tobacco Mozaik Virus ( TMV ).
  • Daun menggulung pada tanaman kapas dan lobak yang disebabkan oleh virus bernama Turnip Yellow Mozaic Virus ( TYMV ).
  • penyakit Tungro pada tanaman padi yang disebabkan oleh virus tungro
  • Penyakit kanker pada tanaman jeruk yang disebabkan oleh CPVD
Dalam dunia peternakan, ada beberapa penyakit yang juga disebabkan oleh virus, antara lain :
  • penyakit tetelo atau cekak atau New Castle Disease ( NCD ) yang menyerang sistem saraf unggas ( ayam, itik )
  • penyakit kuku dan mulut atau Foot and Mouth Disease yang menyerang organ kuku dan mulut hewan ternak seperti sapi, kambing, kerbau dan kuda
  • penyakit flu burung yang menyerang sistem pernapasan ternak unggas
Dan yang tak kalah menghebohkannya adalah, bahwa virus justru lebih banyak menimbulkan berbagai macam penyakit pada manusia. Beberapa di antara nya yang saat ini baru terkenal adalah :
  • Avian Influenza yang disebabkan oleh virus H5N1
  • Demam berdarah yang disebabkan oleh Virus Dengue
  • AIDS yang disebabkan oleh HIV ( Human Imunodeficiency Virus )
  • SARS
  • Flu Hongkong
dan masih banyak lagi penyakit-penyakit pada manusia yang disebabkan oleh virus.
Tips : Biar gak NGANTUK saat di Kelas

Tips : Biar gak NGANTUK saat di Kelas

Ngantuk saat belajar ? atau ngantuk di dalam kelas bahkan sampai ketiduran di bangku sekolah, adalah hal umum yang bisa dan biasa di alami oleh beberapa siswa pada saat mengikuti kegiatan belajar ( terutama di dalam ruang kelas ).
Tentunya "perilaku"  ini selain merugikan diri kita sendiri ( yang ngantuk / bahkan ketiduran ) dan juga siswa lain dalam ruang kelas. Tak ketinggalan tentu Bapak / Ibu guru juga ikut-ikutan terganggu oleh "perilaku" seperti ini dari siswanya. Karena "terpaksa" harus ngurusin diri mu
Untuk itu, sebagai seorang siswa Anda harus mempunyai cara-cara khusus agar terhindar dari "perilaku" semacam itu. 
Anda bisa mencoba beberapa trik atau strategi agar terbebas dari "perilaku" yang merugikan tersebut.
Beberapa triknya antara lain :
  1. Menyambungkan diri dengan pelajaran nya , siapapun guru yang mengajarnya.. Tanamkan dalam pikiran Anda bahwa belajar merupakan sebuah kebutuhan ( seperti halnya makan, minum ). Belajar adalah demi dan untuk masa depan saya sendiri
  2. Jangan tidur terlalu larut, terutama pada hari-hari esoknya masuk sekolah. ( kalo malam minggu sih, boleh-boleh saja. Tetapi bagi Anda yang seorang muslim, sangat direkomendasikan  untuk bisa meniru "gaya hidup" Rasulnya.Yaitu : "cepat tidur and cepat bangun".
  3. Makan permen , terutama permen karet ( tapi usahakan agar gak terlihat Bapak/Ibu guru , sebab kalau ketahuan bisa jadi masalah baru ). Sebuah penelitian menyebutkan bahwa mengunyah sesuatu saat belajar dapat meningkatkan konsentrasi belajar seseorang.
  4. Menulis. Tulis lah dalam bukumu apa saja yang di "omongkan" oleh gurumu ketika memberikan penjelasan tentang materi yang saat itu diajarkan. Salah satu penyebab kantuk adalah kurangnya aktivitas fisik yang dilakukan oleh seseorang. Coba perhatikan Guru Anda, beliau ngomong 1- 2 jam tidak terlihat ngantuk kan ?
  5. Kalau rasa ngantuk gak ketulungan, mintalah ijin pada Guru untuk Anda keluar sebentar lalu masuk kamar mandi, berwudhu lah. atau... paling tidak cuci muka dan sapulah kulit kepala Anda dengan air dingin.. Sesudah itu masuk kembali ke dalam ruang kelas.
inilah beberapa upaya yang bisa Anda lakukan, agar terbebas dari "perilaku" ngantuk / ketiduran saat belajar terutama ketika di dalam ruang kelas.

Label

abiotik abitik aflatoksin alga AlQur'an amphibi anabolisme anaerob angka kelulusan archaeobacteria arthropoda Asal usul asal-usul kehidupan askogonium askospora Aspergillus avertebrata bab ekologi bacteria Beberapa Teori Hukum Pewarisan Sifat belajar aktif biodiversitas biologi umum BIOLOGI X BIOLOGI X. mollusca BIOLOGI XI BIOLOGI XII Biometri bioteknologi bioteknologi konvensional bioteknologi modern biotik bryophyta bukti evolusi bukti ilmiah bukti-bukti burung cacing gilig cacing pipih cacing tanah cara agar cara biologi dipelajari cara pengeluaran cairan tubuh Cara Sukses Belajar ciiri-ciri Ciri - Ciri ciri-ciri ciri-ciri enzim ciri-ciri fungi ciri-ciri jamur ciri-ciri virus cnidaria CO2 coelenterata contoh dampak negatif dampak positif Darwin dasar daur biogeokimia daur hidup defisiensi delesi DNA dunia hewan duplikasi efek rumah kaca efek rumah kits ejakulasi dini ekologi ekosistem ekskresi enzim eubacteria evolusi fakta-fakta fermentasi fermentasi alkohol fermentasi asam laktat flora fauna fosfolipid fotosintesis fungi FUNGI/JAMUR fungsi Fusarium ganggang gangguan gastrointestinal gen genetik Genetika ginjal glikolipid Glikolisis gonorrhoe greenhouse effect gula hereditas hewan berongga hewan dan manusia hipofisis hk.Hardy-Weinberg hk.Mendel II ho t hokum Mendel hormon hukum hukum Mendel I hukum Mendel II hydra impotensi insecta inversi parasentrik inversi perisentrik Invertebrata jasa jenis jenis-jenis kanker kapang karbohidrat karbon katabolisme katabolisme karbohidrat katak katenasi Keanekaragaman Hayati kehidupan kelainan kelas Ascomycotina kelas XII IPA kemosintesis kerajaan hewan khas indonesia kimia kimiawi kindom plantae Kingdom Animalia kingdom Protista klasifikasi komponen konidia konidiofor konsep belajar konsep evolusi konvensional kromosom kulat kuliah kulit Kurikulum laki-laki lammark lammarkisme Lembar Kegiatan Siswa limbah lingkungan LKS lumut lupa macam macam mutasi mahluk hidup makanan manfaat mereviev manusia master of glands masyarakat materi kls X/1 materi kls X/2 Materi kls XI / 2 materi kls XII / 2 materi klsXII/1 meiosis mekanisme mekanisme evolusi membran memperbaiki nasib menstruasi Metabolisme metabolisme lemak metabolisme protein mikroba mitosis Model DNA monera monosomik Motivasi mudah murah mutagen Mutasi mutu sekolah nasib diri nematelminthes Neurospora ngantuk nullisomik Nutfah O2 Opini/pendapat organ otak ovum paru-paru pembelahan sel pembelajaran pencernaan Pencernaan makanan pada hewan pengelompokkan pengertian Penicillium penis penyakit peranan peranan monera peranan virus Perbedaan antara Fotosintesis dg Kemosintesis perbedaan DNA-RNA perbedaan fermentasi asam laktat dengan fermentasi alkohol perkembangbiakan tumbuhan pernapasan persilangan dihibrid Persilangan Monohibrid pertumbuhan Pertumbuhan Perkembangan Tumbuhan Pertumbuhan Tumbuhan pewarisan sifat piramida planaria Plantae Plantae/Tumbuhan Plasma platyhelminthes poliploidi porifera preformasi prinsip produk prokariot Proses dan Enzim yang Berperan. protista protista mirip hewan protista mirip tumbuhan protozoa pteridophyta raja singa rantai makanan reaksi blackman reaksi gelap reaksi Hill reaksi terang rencana penelitian rencana percobaan Replikasi DNA reproduksi reproduksi generatif reproduksi manusia reproduksi tumbuhan reptilia respirasi respirasi aerob respirasi anaerob RNA Ruang Lingkup Biologi sains sake sampah sel senyawa anorganik senyawa organik senyawa penyusun sifilis siklus calvin sintesis sistem sistem ekskresi sistem endokrin sistem hormon sistem koordinasi sistem regulasi Sistem Reproduksi sistem respirasi sistem saraf sistem saraf pusat sistem transportasi Sistem Transportasi pada Avertebrata sistem urinaria SKL soal-soal sperma spermatogenesis pd hewan spermatophyta spermatozoa spons Standar Kompetensi Lulusan struktur struktur DNA struktur membran sel struktur RNA sumsum tulang belakang teknologi teori Teori Asal Usul Kehidupan teori darah teori darwin teori epigenesis teori evolusi Teori Evolusi Darwin teori heackel teori pangenesis testis tetraploidi tetrasomik translokasi transportasi sel Trichoderma triploidi trisomik Tumbuhan tumbuhan berbiji tumbuhan lumut tumbuhan paku Tuntunan Agama ujian nasional UN UN 2011 unsur unsur makro unsur mikro Virus wanita zat tumbuh