Tampilkan postingan dengan label evolusi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label evolusi. Tampilkan semua postingan

Konsep Evolusi

Dalam postingan kali ini, materi-pelajaran-biologi.blogspot.com akan menyampaikan materi seputar Evolusi dengan sub materi Konsep Evolusi.

Mungkin Anda masih ingat betul, bahwa evolusi bisa didefinisikan sebagai proses perubahan yang terjadi pada mahkluk hidup yang berlangsung secara bertahap dalam jangka waktu yang sangat lama dari bentuk yang paling sederhana menjadi bentuk yang lebih kompleks.
Pemahaman evolusi ini pada akhirnya memunculkan berbagai teori evolusi, yang salah satunya dikemukakan oleh C.R.Darwin. Bahkan kalau kita bicara mengenai evolusi, maka nama Darwin selalu terbawa.

Fakta-Fakta yang Mendukung Teori Evolusi

Rumusan teori evolusi tidak terlepas dari adanya beberapa fenomena yang dianggap sebagai “barang bukti” terjadinya evolusi. “barang bukti” inilah yang membantu menjelaskan adanya evolusi di bumi ini.
Beberapa bukti / fakta yang mendukung teori evolusi, antara lain :
Teori EVOLUSI LAMMARK

Teori EVOLUSI LAMMARK

Selain Darwin, tokoh lain yang teori evolusinya dikenal secara luas bahkan hingga saat ini adalah Lammark. Lammark yang bernama lengkap Jean Baptiste de Lammark ( 1744 - 1829 ) adalah seorang ahli biologi berkebangsaan Perancis. 
Bagaimana pandangan Lammark tentang evolusi ?
Lammark mencoba menjelaskan evolusi berdasarkan sebuah gagasan bahwa perubahan pada suatu individu disebabkan oleh perubahan lingkungan dan hasil perubahan itu akan diwariskan kepada keturunannya. Pandangan ini, sering dikenal sebagai teori Lammarkisme.
Contoh kuno yang sering digunakan untuk memperjelas pandangan Lammark mengenai evolusi ini adalah leher jerapah.
Dari  sudut pandang Lammarkisme, jerapah yang saat ini berleher panjang berasal dari moyang jerapah yang berleher pendek. Jerapah berleher panjang yang saat ini hidup diduga sebagai hasil evolusi moyang jerapah berleher pendek. Pada suatu masa ketika terjadi perubahan lingkungan di mana makanan jerapah ( berupa dedaunan ) hanya tinggal dedaunan yang berada di atas pohon tinggi. Demi mendapatkan makanan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, jerapah-jerapah yang berleher pendek setiap hari berusaha meraih makanan di tempat yang tinggi dengan cara "memanjangkan lehernya". Adaptasi dengan cara memanjangkan leher ini dikatakan oleh Lammark , diwariskan kepada generasi berikutnya, sehingga generasi berikutnya memiliki leher yang lebih panjang daripada generasi sebelumnya. Demikian seterusnya.....

Nah dari uraian di atas, tentu anda bisa membandingkan bagaimana teori evolusi nya Lammark dengan teori evolusinya Darwin.
Teori Evolusi Darwin

Teori Evolusi Darwin

Apa evolusi itu ?
Evolusi didefiniskan sebagai suatu proses perubahan  yang berlangsung secara perlahan dalam kurun waktu yang sangat lama..
Evolusi juga didefinisikan sebagai perubahan (pertumbuhan, perkembangan) secara berangsur-angsur dan perlahan-lahan (sedikit demi sedikit);
Evolusi biologi berarti proses perubahan pada mahkluk hidup dari bentuk sederhana menjadi bentuk  kompleks yang berlangsung secara bertahap dalam jangka waktu yang sangat lama.
Evolusi biologis didefinisikan sebagai setiap perubahan genetik dalam suatu populasi yang diwariskan selama beberapa generasi. Perubahan ini mungkin kecil atau besar, terlihat atau tidak begitu terlihat
Evolusi biologi berkembang dari pandangan Oparin yang menyatakan bahwa mahkluk hidup berasal dari “nenek moyang “ berupa sel awal yang terbentuk melalui reaksi kimia gas-gas di atmosfer purba (  metana , ammonia , hydrogen dan karbondioksida ). Sel awal selanjutnya mengalami perubahan secara bertahap dalam waktu yang sangat lama menjadi bentuk-bentuk kehidupan  baru yang berbeda dengan sebelumnya.
 Apa yang berubah dari mahkluk hidup ?

Perubahan pada mahkluk hidup, dikarenakan gen-gen pembawa sifat pada mahkluk hidup mengalami perubahan yang kemudian  “ditampilkan” pada penampakan sifat baik fisik maupun non fisik ( sifat-sifat fenotip ).
Bagaimana selanjutnya ?
Munculnya teori evolusi biologi telah mendorong para ilmuwan “berlomba-lomba” melakukan penelitian terkait dengan fenomena evolusi.. Beberapa tokoh ilmuwan yang hingga saat ini mendapat dukungan atas teori evolusinya  salah satunya adalah C.R.Darwin yang lebih dikenal dengan sebutan Teori Darwin.
Ya …. Evolusi telah menjadi sebuah teori baru bahkan mengarah kepada paham / aliran baru.

Bagaimana Teori Darwin tentang evolusi yang menghebohkan itu ?
Teori Darwin  mengenai evolusi terangkum dalam bukunya yang berjudul “ On The Origin of Species by Means of Natural Selection “ yang berarti : species mahkluk hidup yang ada sekarang berasal dari species mahkluk hidup masa silam yang mampu bertahan hidup melalui proses seleksi alam.
Ide evolusi Darwin, tidak muncu; begitu saja. Akan tetapi ide itu muncul melalui suatu “perjuangan” panjang yang kemudian diungkapkan berdasarkan atas pemikirannya.

Apa pokok-pokok pemikiran Darwin ?
Pokok-pokok pikiran Darwinsebagai, landasan Teori evolusinya , antara lain :
  1. Tidak ada 2 individu yang sama persis dalam suatu species. Mahkluk hidup di bumi ini bervariasi, dan beberapa variasi bersifat terwariskan.
  2. Setiap populasi cenderung bertambah banyak, karena kemampuan reproduksi yang dimilikinya. Untuk berkembangbiak perlu makanan yang cukup. Dan jumlah individu yang dilahirkan lebih banyak daripada yang dapat bertahan hidup.
  3. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pertambahan populasi tidak berjalan terus-menerus.
  4. Individu-individu berkompetisi untuk memperoleh sumber daya agar mampu bertahan hidup.
  5. Sifat-sifat warisan yang dimiliki suatu individu membuat mereka dapat bertahan hidup dan berkembang biak pada keadaan lingkungan tertentu.
  6. Akibat dari seleksi lingkungan , hanya individu yang adaptif yang mampu bertahan hidup dan berkembang biak mewariskan sifat adaptif pada keturunan mereka.. Seleksi alam pada akhirnya mengubah sifat dalam populasi, bahkan bias sampai menghasilkan species baru.

Berdasarkan pokok-pokok pikiran tersebut, akhirnya Darwinsampai pada kesimpulan bahwa :
    • Mahkluk hidup mengalami evolusi
    • Evolusi pada mahkluk hidup terjadi karena seleksi alam,
    • Individu yang mampu beradaptasi dengan lingkungannya akan bertahan hidup, sementara yang tidak mampu beradaptasi akan tersisih bahkan bisa punah.
Teori Darwin sering dipahami bahwa manusia berasal dari kera . Apa benar demikian ? Silahkan Anda pikirkan !

Pustaka :
Pratiwi, D.A dkk, 2007, Biologi untuk SMA kelas XII, Jakarta, Penerbit Erlangga.
id.wikipedia.org
www.kamusBesar.com
http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.inspirasidaily.com/wp-content/uploads/2011/04/charles-darwin-the-origin-of-species.jpg&imgr


BUKTI-BUKTI PENDUKUNG TEORI DARWIN

BUKTI-BUKTI PENDUKUNG TEORI DARWIN

Teori evolusi  yang dikemukakan oleh C.R.Darwin sampai 
 saat ini seperti menjadi sebuah “aliran/pandangan” tersendiri yang 
dikenal dengan Darwinisme. Dan bahkan, untuk mempertahankan 
pendapat ini mereka berusaha  menunjukkan bukti-bukti yang dapat 
diterima secara ilmiah. Apa saja yang digunakan oleh Daewin dan 
para pendukung “Darwinisme” untuk memperkuat teori mereka tentang evolusi ? 

Beberapa bukti pendukung untuk pembenaran teori evolusi antara lain :
            Adanya variasi-variasi diantara individu baik yang sejenis maupun yang
berbeda jenis. Variasi adalah perbedaan-perbedaan yang ditemukan pada
individu-individu yang masih satu species. Tidak ada dua individu di dunia ini
yang mempunyai sifat yang sama persis. Perbedaan-perbedaan ini menimbulkan 
munculnya berbagai macam varian. Bila varian hidup pada suatu lingkungan 
yang berbeda  maka akan menghasilkan keturunan baru yang berbeda pula,
dan ini bisa mengarah pada terbentuknya species baru.
            Ditemukannya fosil pada lapisan batuan bumi, menjadi bukti kedua
 teori evolusi. Fosil-fosil yang ditemukan pada lapisan bumi dari yang tua  sampai 
yang muda menunjukkan adanya perubahan secara berangsur-angsur.
Contoh fosil yang pernah ditemukan antara lain : fosil Archeopteryx ( yang dianggap sebagai 
nenek moyang burung saat ini ), fosil kuda yang menunjukkan perubahan-perubahan 
bentuk secara bertahap  dari masa ke masa.
            Perbandingan anatomi berbagai jenis mahkluk hidup menunjukkan adanya 
persamaan dan perbedaan. Struktur anatomi organ tubuh dari berbagai hewan
khususnya vertebrata dibedakan menjadi :Homolog, yaitu organ-organ yang 
mempunyai bentuk asal / dasar  sama, kemudian berubah strukturnya 
sehingga fungsinya berbeda. 
Contoh : sayap burung homolog dengan tangan manusia,  
kaki depan kuda homolog dengan sirip dada ikan.  
Coba anda cari contoh lainnya !
Analog, yaitu organ-organ yang mempunyai fungsi sama tetapi 
bentuk asal/dasarnya berbeda. 
Contoh: sayap burung analog dengan sayap kelelawar,  
sayap serangga analog  dengan sayap burung. 
Carilah contoh lainnya !
            Perkembangan zigot berbagai hewan menunjukkan
adanya persamaan sampai tahapan tertentu.Misalnya : hewan-hewan vertebrata 
mempunyai kesamaan dari tahap zigot sampai gastrula
( zigot→morulla→blastulla→gastrula ). 
Dikatakan semakin banyak persamaan, semakin dekat hubungan perkerabatannya. 
Demikian juga sebaliknya.
            Secara kimiawi semua mahkluk hidup mempunyai 
substansi dasar yang sama yaitu senyawa protein, DNA dan RNA. 
Sehingga diyakini semua mahkluk hidup yang pernah ada di bumi ini 
berasal dari satu nenek moyang yang sama.
            Semua organisme menunjukkan ciri-ciri fisiologi yang sama 
seperti ; respirasi, ekskresi, reproduksi dll., meskipun secara anatomi
dan morfologi jumlah sel yang membentuk setiap organisme berbeda-beda
            Adanya alat tubuh yang tersisa  diduga sebagai akibat dari  
 adaptasi terhadap lingkungan. Contoh beberapa alat tubuh yang tersisa
antara lain : umbai cacing, tulang ekor,gigi taring yang runcing ( pada manusia ), 
penyusutan sayap pada burung kiwi, sisa-sisa anggota gerak belakang 
pada ular piton. Ini menjadi bukti  bahwa organ yang tidak digunakan/tidak 
adaptif terhadap lingkungan akan mengalami kemunduran fungsi.

Label

abiotik abitik aflatoksin alga AlQur'an amphibi anabolisme anaerob angka kelulusan archaeobacteria arthropoda Asal usul asal-usul kehidupan askogonium askospora Aspergillus avertebrata bab ekologi bacteria Beberapa Teori Hukum Pewarisan Sifat belajar aktif biodiversitas biologi umum BIOLOGI X BIOLOGI X. mollusca BIOLOGI XI BIOLOGI XII Biometri bioteknologi bioteknologi konvensional bioteknologi modern biotik bryophyta bukti evolusi bukti ilmiah bukti-bukti burung cacing gilig cacing pipih cacing tanah cara agar cara biologi dipelajari cara pengeluaran cairan tubuh Cara Sukses Belajar ciiri-ciri Ciri - Ciri ciri-ciri ciri-ciri enzim ciri-ciri fungi ciri-ciri jamur ciri-ciri virus cnidaria CO2 coelenterata contoh dampak negatif dampak positif Darwin dasar daur biogeokimia daur hidup defisiensi delesi DNA dunia hewan duplikasi efek rumah kaca efek rumah kits ejakulasi dini ekologi ekosistem ekskresi enzim eubacteria evolusi fakta-fakta fermentasi fermentasi alkohol fermentasi asam laktat flora fauna fosfolipid fotosintesis fungi FUNGI/JAMUR fungsi Fusarium ganggang gangguan gastrointestinal gen genetik Genetika ginjal glikolipid Glikolisis gonorrhoe greenhouse effect gula hereditas hewan berongga hewan dan manusia hipofisis hk.Hardy-Weinberg hk.Mendel II ho t hokum Mendel hormon hukum hukum Mendel I hukum Mendel II hydra impotensi insecta inversi parasentrik inversi perisentrik Invertebrata jasa jenis jenis-jenis kanker kapang karbohidrat karbon katabolisme katabolisme karbohidrat katak katenasi Keanekaragaman Hayati kehidupan kelainan kelas Ascomycotina kelas XII IPA kemosintesis kerajaan hewan khas indonesia kimia kimiawi kindom plantae Kingdom Animalia kingdom Protista klasifikasi komponen konidia konidiofor konsep belajar konsep evolusi konvensional kromosom kulat kuliah kulit Kurikulum laki-laki lammark lammarkisme Lembar Kegiatan Siswa limbah lingkungan LKS lumut lupa macam macam mutasi mahluk hidup makanan manfaat mereviev manusia master of glands masyarakat materi kls X/1 materi kls X/2 Materi kls XI / 2 materi kls XII / 2 materi klsXII/1 meiosis mekanisme mekanisme evolusi membran memperbaiki nasib menstruasi Metabolisme metabolisme lemak metabolisme protein mikroba mitosis Model DNA monera monosomik Motivasi mudah murah mutagen Mutasi mutu sekolah nasib diri nematelminthes Neurospora ngantuk nullisomik Nutfah O2 Opini/pendapat organ otak ovum paru-paru pembelahan sel pembelajaran pencernaan Pencernaan makanan pada hewan pengelompokkan pengertian Penicillium penis penyakit peranan peranan monera peranan virus Perbedaan antara Fotosintesis dg Kemosintesis perbedaan DNA-RNA perbedaan fermentasi asam laktat dengan fermentasi alkohol perkembangbiakan tumbuhan pernapasan persilangan dihibrid Persilangan Monohibrid pertumbuhan Pertumbuhan Perkembangan Tumbuhan Pertumbuhan Tumbuhan pewarisan sifat piramida planaria Plantae Plantae/Tumbuhan Plasma platyhelminthes poliploidi porifera preformasi prinsip produk prokariot Proses dan Enzim yang Berperan. protista protista mirip hewan protista mirip tumbuhan protozoa pteridophyta raja singa rantai makanan reaksi blackman reaksi gelap reaksi Hill reaksi terang rencana penelitian rencana percobaan Replikasi DNA reproduksi reproduksi generatif reproduksi manusia reproduksi tumbuhan reptilia respirasi respirasi aerob respirasi anaerob RNA Ruang Lingkup Biologi sains sake sampah sel senyawa anorganik senyawa organik senyawa penyusun sifilis siklus calvin sintesis sistem sistem ekskresi sistem endokrin sistem hormon sistem koordinasi sistem regulasi Sistem Reproduksi sistem respirasi sistem saraf sistem saraf pusat sistem transportasi Sistem Transportasi pada Avertebrata sistem urinaria SKL soal-soal sperma spermatogenesis pd hewan spermatophyta spermatozoa spons Standar Kompetensi Lulusan struktur struktur DNA struktur membran sel struktur RNA sumsum tulang belakang teknologi teori Teori Asal Usul Kehidupan teori darah teori darwin teori epigenesis teori evolusi Teori Evolusi Darwin teori heackel teori pangenesis testis tetraploidi tetrasomik translokasi transportasi sel Trichoderma triploidi trisomik Tumbuhan tumbuhan berbiji tumbuhan lumut tumbuhan paku Tuntunan Agama ujian nasional UN UN 2011 unsur unsur makro unsur mikro Virus wanita zat tumbuh